Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan berbagai layanan operasional di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 2026. Perusahaan memprediksi terjadi peningkatan trafik hingga 47,67 persen dibandingkan kondisi normal selama periode libur Lebaran.
Direktur Operasi III PT Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan kesiapan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kampanye pemerintah “Lebaran Nyaman Bersama” dengan memperkuat layanan lalu lintas, transaksi, serta fasilitas pendukung bagi pengguna jalan.
“Melalui penguatan layanan lalu lintas, transaksi, dan optimalisasi fasilitas di sepanjang koridor JTTS, Hutama Karya berkomitmen mendukung perjalanan mudik dan balik Idul Fitri 2026 agar lebih lancar, aman, dan nyaman,” kata Iwan dalam keterangannya, Sabtu (7/3/2026).
Saat ini Hutama Karya mengelola 14 ruas tol dengan total panjang 822,609 kilometer. Rinciannya terdiri dari 12 ruas tol bertarif sepanjang 692,854 kilometer, satu ruas operasi tanpa tarif Betung–Tempino–Jambi Seksi 3 sepanjang 52,2 kilometer, serta ruas atau seksi fungsional sepanjang 77,555 kilometer yang disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.
Selain itu, Hutama Karya juga menyiapkan ruas fungsional Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 sepanjang 53,6 kilometer serta Sigli–Banda Aceh Seksi 1 (Padang Tiji–Seulimeum) sepanjang 23,955 kilometer guna membantu memperlancar arus kendaraan.
Persiapan tersebut turut dibahas dalam kegiatan Media Gathering Kementerian Pekerjaan Umum yang digelar pada 6 Maret 2026 di Gedung Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta. Acara itu dihadiri Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar, serta Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Wilan Oktavian.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyampaikan kebijakan potongan tarif tol sebesar 30 persen yang diberikan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pada periode tertentu selama arus mudik dan balik.
“Potongan tarif yang diberikan BUJT diharapkan dapat melancarkan dan meratakan distribusi beban lalu lintas saat arus mudik dan balik serta meringankan perekonomian masyarakat,” kata Iwan.
Berdasarkan proyeksi operasional, puncak arus mudik di JTTS diperkirakan terjadi pada 13–15 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 24 dan 28 Maret 2026.
Untuk mendukung kelancaran layanan, Hutama Karya menyiagakan 467 unit armada operasional dan 3.273 petugas. Pemantauan lalu lintas juga diperkuat melalui 1.547 unit CCTV dan 107 unit Variable Message Sign (VMS).
Dari sisi transaksi, perusahaan menyiapkan 61 gerbang tol dan 37 lokasi top up saldo uang elektronik yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan. Informasi perjalanan juga dapat diakses melalui aplikasi HK Toll Apps.
Selain itu, disiapkan pula 134 unit mobile reader, 134 personel top up, serta 33.623 kartu uang elektronik guna mengurangi antrean transaksi di gerbang tol.
Untuk mendukung keselamatan perjalanan, Hutama Karya menambah berbagai perlengkapan seperti 3.892 rubber cone, 2.141 water barrier, dan 45 rambu darurat tambahan di sejumlah titik prioritas.
Di sisi layanan pengguna jalan, Hutama Karya mengoptimalkan 31 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), yang terdiri dari 29 TIP pada ruas tol operasi dan 2 TIP pada ruas fungsional.
Fasilitas yang disediakan di TIP tersebut meliputi kapasitas parkir untuk 5.966 kendaraan, 6 SPBU reguler, 17 SPBU modular, 19 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta 2.967 toilet.
Selain itu, tersedia pula 25 klinik kesehatan, 27 ruang laktasi, serta dua unit ATM mobile yang merupakan hasil kolaborasi dengan Pertamina, PLN, dan BNI.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Hutama Karya berharap perjalanan masyarakat selama mudik dan balik Lebaran di ruas Jalan Tol Trans Sumatera dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman.[]










