Banda Aceh- Kopi merupakan minuman yang lazim dikonsumsi banyak orang, terlebih di Provinsi Aceh yang terkenal akan “Negeri 1001 Warung Kopi”.
Menurut data Asosiasi Pengusaha Kopi dan Cokelat Indonesia (APKCI), terdapat lebih dari 10 ribu warung kopi yang ada di Indonesia dengan omzet mencapai Rp80 Triliun per tahun. Banyaknya jumlah warkop melahirkan banyak usaha yang memproduksi biji kopi siap konsumsi.
Salah satunya berada di jalan Cut Makmun II, Desa Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh. Berdiri sebuah pabrik usaha bubuk kopi yang memproduksi kopi siap konsumsi bernama CV. Taufik Kopi.
Berikut potret proses pembuatan bubuk kopi di salah satu rumah produksi di Banda Aceh.
Bahan Baku Berupa Biji Kopi Kering Jenis Arabika Disortir Untuk Menuju Tahap Penyangraian/Roasting. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Usai Penyortiran Biji Kopi Dimasukkan Ke Tungku Penyangraian. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Penambahan Larutan Mentega Dan Gula Untuk Memberikan Warna Serta Aroma Pada Biji Kopi. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Seorang Pekerja Menjaga Nyala Api Untuk Mengoptimalkan Hasil Sangrai Kopi. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Setelah Penyangraian Selama 2 Jam, Biji Kopi Didinginkan Untuk Melanjutkan Proses Penggilingan Menjadi Bubuk. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Biji Kopi Jenis Arabika, Produk CV Taufik Kopi Yang Beredar Di Berbagai Warung Kopi Di Aceh. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Proses Menuang Biji Kopi Menuju Mesin Giling. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Bubuk Kopi Yang Telah Melalui Proses Penggilingan. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)
Proses Pengemasan Bubuk Kopi Untuk Kemudian Siap Edar Di Pasaran. (Chairil Aqsha/Lensakita.com)