Rabu, Agustus 19, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home KAMPUS

FISIP UIN Ar-Raniry Gelar Kuliah Tamu Bersama Pengajar Universitas asal Selandia Baru

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (05/09/2023) - 18:01 WIB
in KAMPUS
0
FISIP UIN Ar-Raniry Gelar Kuliah Tamu Bersama Pengajar Universitas asal Selandia Baru

Dekan FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh Muji Mulia, (baju putih) menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Jesse Hession Grayman, antorpolog asal Universitas Auckland, Selandia Baru. Foto: Ist

BANDA ACEH – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar kuliah tamu internasional dengan menghadirkan antorpolog Universitas Auckland, Selandia Baru, Jesse Hession Grayman di Ruang Rapat Biro Rektor, Selasa (5/9/2023).

Jese Hession Grayman adalah seorang akademisi yang pernah tinggal di Aceh hampir lima tahun pasca tsunami. “Momen yang menyentuh untuk kembali lagi ke Aceh,” kata Jesse mengawali sesi presentasinya dihadapan civitas akademika FISIP UIN Ar-Raniry.

Kuliah tamu itu dipandu oleh Reza Idria, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswa dan Kerjasama yang juga lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Dalam presentasinya, Jesse mengupas tentang masih adanya ketimpangan pembangunan antar desa di Indonesia. Menurutnya, salah satu titik penting dari antropologi adalah ketika berhasil memetakan keadaan dan karakteristik masyarakat sebelum program pembangunan dilaksanakan.

“Masyarakat dimana sebuah konsep pembangunan akan dilaksanakan lebih mengerti program apa yang layak untuk mereka,” ujarnya.

Menurut Jesse, setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi dan karakteristiknya tersendiri. Ia menilai, selama ini pembangunan pedesaan tidak mencapai hasil yang diinginkan.

“Partisipasi masyarakat menjadi salah satu titik masalah,” papar Jesse.

Jesse menyampaikan, seringkali stakeholder di desa salah mengartikan prinsip-prinsip partisipasi seperti yang dikehendaki oleh Pemerintah Pusat. “Saat ini terlihat dana desa masih lebih banyak digunakan untuk infrastruktur,” sebutnya.

Dimana dana bantuan yang seharusnya digunakan untuk pembangunan berkelanjutan, diterjemahkan dengan membeli baju baru. Jesse juga mengkritisi dana desa yang berjumlah Rp 1 miliar lebih dan alur proses pemanfaatan dana tersebut.

“Transparansi dan akuntabilitas masih menjadi bagian dari masalah,” tegasnya, sambil menganalogikan beberapa tahapan yang kerap menjadi kendala. “Ini juga terkait budaya malu,” tambahnya.

Hal lainnya, Jesse mencontohkan terlalu banyaknya formulir yang harus diisi setiap tahun oleh mereka yang mengelola Posyandu. Berjumlah lebih dari 30 jenis formular tiap tahunnya. Dimana mereka menggunakan separuh bekerja waktu untuk mengisi formulir yang sesuai petunjuk teknis.

“Seharusnya waktu tersebut bisa digunakan untuk berinteraksi dengan masyarakat,” sebutnya.

Jadi, tutur Jesse, tidak salah jika Bank Dunia melalukan uji coba program Community Driven Development (CDD) di Indonesia. CDD adalah program Bank Dunia yang diuji coba pertama kali di Indonesia dan merupakan program yang dirancang untuk menghimpun inisiatif dan partisipasi masyarakat.

Dekan FISIP UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Muji Mulia mengatakan, peran disiplin ilmu antropologi bila diterapkan dalam program pembangunan akan mampu menggangkat harkat dan martabat masyarakat.

“Ini akan mengkaji dan mengeksplor potensi masyarakat,” katanya.[]

Tags: Banda AcehFisip UIN Ar-Raniryheadlineuin ar-raniry
ShareTweetPin
Previous Post

Cedera Parah, PSSI Tanggung Pengobatan Pemain Timnas U-23 Irfan Jauhari

Next Post

Aceh Masuki Musim Pancaroba, Lihat Prakiraan Cuaca Banda Aceh Seminggu ke Depan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Penyaluran Banpang Aceh Capai 186,93 Ton, BULOG Perkuat Distribusi ke Daerah

Penyaluran Banpang Aceh Capai 186,93 Ton, BULOG Perkuat Distribusi ke Daerah

Selasa (18/08/2026) - 16:58 WIB
Fkep USK Lantik Jajaran Pimpinan Baru, Dorong Inovasi Pendidikan Keperawatan

Fkep USK Lantik Jajaran Pimpinan Baru, Dorong Inovasi Pendidikan Keperawatan

Selasa (18/08/2026) - 15:34 WIB
BFLF-Kemendukbangga Aceh Hadirkan Rumah Singgah Lansia, Wadah Lansia Bersosialisasi dan Tetap Produktif

BFLF-Kemendukbangga Aceh Hadirkan Rumah Singgah Lansia, Wadah Lansia Bersosialisasi dan Tetap Produktif

Selasa (18/08/2026) - 15:24 WIB
Pemko Banda Aceh Berhentikan Sementara Kepala Inspektorat

Pemko Banda Aceh Berhentikan Sementara Kepala Inspektorat

Selasa (18/08/2026) - 15:16 WIB
WALHI Aceh Nilai Raqan RTRW Aceh Jadi Karpet Merah Investasi Ekstraktif

WALHI Aceh Nilai Raqan RTRW Aceh Jadi Karpet Merah Investasi Ekstraktif

Selasa (18/08/2026) - 14:20 WIB
Di Malam Resepsi HUT RI, Wali Kota Sabang Titip Pesan untuk Generasi Muda

Di Malam Resepsi HUT RI, Wali Kota Sabang Titip Pesan untuk Generasi Muda

Selasa (18/08/2026) - 14:17 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.