Minggu, Mei 24, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Fahri Usulkan Jarak Antara Jakarta dan Papua Harus Dipotong

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (23/04/2022) - 03:54 WIB
in NASIONAL
0
Suasana saat menghadiri pembukaan kegiatan forum interaksi bagi siswa/siswi orang asli Papua (OAP) dalam program afirmasi pendidikan menengah se-Provinsi Bali di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (15/7).

Papua bergabung dengan Indonesia dengan dasar Pepera 1969, yang sudah diakui PBB.

JAKARTA –Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah mengungkapkan, ada ‘jarak’ antara kita sebagai warga Indonesia dengan Papua. ‘Jarak’ itu, sambung Fahri, bukan semata secara fisik, walau memang jarak antara Jakarta dan Papua, jauhnya sama dengan jarak dari Jakarta ke Arab Saudi.

Sehingga, kata dia, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk ‘memotong’ jarak itu dengan membangun infrastruktur, mengingatkannya tentang adanya jarak lainnya yang juga harus dipotong, yaitu jarak secara kejiwaan.

“Saya mengusulkan agar kita ‘memotong jarak’ antara kita dengan Papua secara komprehensif, fisik dan nonfisik” ujar Fahri dalam Webinar Moya Institute yang bertajuk ‘Teror Menyergap Papua’ yang digelar secara hibrid di Jakarta, Jumat (22/4/2022)..

Orang Papua, kata Fahri, harus diyakinkan hatinya bahwa antara mereka yang orang asli (OAP) dengan orang Indonesia lainnya adalah sama dan bersaudara secara fundamental. Sehingga, hal elementer lain yang terkait dengan itu harus dijelaskan secara masif melalui dunia pendidikan.

 

“Memang realitasnya, Papua bergabung dengan Indonesia dengan dasar Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) 1969, yang sudah diakui PBB. Tapi kita juga harus menceritakan pada orang Papua, bahwa daerah-daerah di Indonesia bergabung  seluruhnya dengan Indonesia segera setelah Indonesia merdeka, tanpa kecuali,” ucap wakil ketua DPR periode 2014-2019 tersebut.

“Kampung saya, Sumbawa, bergabung dengan NKRI tahun 1953. Raja Sumbawa kala itu, menyerahkan seluruh aset daerah ke pemerintah pusat, dan menyatakan bergabung dengan NKRI. Sehingga kami pun dikelola dalam konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Fahri menambahkan.

Pemerhati isu-isu strategis Prof Imron Cotan menjelaskan, sekitar dua tahun terakhir, pemerintah pusat sebenarnya sudah meluncurkan program Papua Muda Inspiratif, untuk memberdayakan generasi milenial Papua. Dalam program itu, pemerintah telah membangun hub yang memberi ruang bagi kaum muda Papua untuk saling berinteraksi dan berjejaring, guna mengembangkan potensi daerah di bidang perkebunan, pertanian dan perikanan.

“Terutama yang sekarang sedang menuai hasilnya itu adalah tanaman jagung. Jadi, diam-diam, generasi milenial Papua itu bergerak,” kata Imron.

Dan Indonesia, sambung Imron, patut bersyukur, program tersebut didukung oleh perusahaan yang memiliki kepedulian besar pada Papua, dengan menyisihkan dana corporate social responsibility mereka, guna menopang program tersebut.

“Dan sudah ada beberapa produk dari kaum milenial Papua ini yang dipasarkan di luar negeri oleh perwakilan-perwakilan Republik Indonesia. Program ini memang tidak viral, tapi sudah melibatkan ratusan kaum milenial di Papua maupun Papua Barat,” kata eks dubes Indonesia untuk Australia dan China tersebut.


Direktur Eksekutif Moya Institute, Hery Sucipto mengaku, sangat miris ketika korban terus berjatuhan sebagai akibat dari konflik yang belum reda di Papua. Korban itu juga termasuk dari kalangan TNI/Polri dan rakyat biasa.  Padahal, lanjut Hery, pembangunan yang masif telah dilakukan di Papua sejak masa Pemerintahan Presiden Jokowi, baik periode pertama dan kedua.

Otonomi khusus juga terus bergulir dengan dana yang tak sedikit. Tetapi, tetap saja kekerasan di Papua belum berhenti. “Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama,” ujar Hery.


Baca: Prof Imron Cotan: Indonesia Bisa Tengahi Perang Rusia-Ukraina

Sumber: Republika

Tags: fahri hamzahhery suciptoimron cotanjarak dengan papuakekerasan di papuaorang asli papua
ShareTweetPin
Previous Post

Marvel Exhibition Terbesar di Asia akan Segera Hadir di Jakarta

Next Post

Unkris Tanda Tangani MoU K3 dengan Universitas Balikpapan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Gubernur Mualem: Revisi UUPA untuk Hindari Potensi Konflik Aceh di Masa Depan

Gubernur Mualem: Revisi UUPA untuk Hindari Potensi Konflik Aceh di Masa Depan

Minggu (24/05/2026) - 22:19 WIB
MIN 27 Aceh Besar Sabet 11 Penghargaan di Festival Literasi Nasional 2026

MIN 27 Aceh Besar Sabet 11 Penghargaan di Festival Literasi Nasional 2026

Minggu (24/05/2026) - 22:14 WIB
Penyeberangan Jakarta–Malahayati Segera Beroperasi, Pangkas Biaya Logistik dan Dorong Ekonomi Aceh

Penyeberangan Jakarta–Malahayati Segera Beroperasi, Pangkas Biaya Logistik dan Dorong Ekonomi Aceh

Sabtu (23/05/2026) - 20:34 WIB
PLN Ungkap Gangguan Kelistrikan di Sumatra, Dipicu Cuaca Buruk di Jalur Transmisi Jambi

PLN Ungkap Gangguan Kelistrikan di Sumatra, Dipicu Cuaca Buruk di Jalur Transmisi Jambi

Sabtu (23/05/2026) - 00:43 WIB
Polresta Banda Aceh Selidiki Motif Terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian USK

Polisi Periksa 15 Saksi Terkait Kebakaran Gedung Fakultas Pertanian USK

Sabtu (23/05/2026) - 00:27 WIB
PLN Selidiki Gangguan Kelistrikan di Sejumlah Wilayah Aceh

PLN Selidiki Gangguan Kelistrikan di Sejumlah Wilayah Aceh

Jumat (22/05/2026) - 20:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.