Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Epidemiolog: Meski Kasus Covid-19 Melandai, Positivity Rate Masih di Atas 5 Persen

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (07/04/2022) - 08:48 WIB
in NASIONAL
0
Warga mengikuti vaksinasi Covid-19 di Mushola Al Hidayah, Pakem, Sleman, Yogyakarta, Rabu (6/4/2022). Epidemiolog mengingatkan meski kasus Covid-19 melandai, positivity rate masih tinggi.

Epidemiolog mengingatkan meski kasus Covid-19 melandai, positivity rate masih tinggi.

JAKARTA — Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengapresiasi, tren kasus Covid-19 di Indonesia melandai. Namun, ia mengingatkan positivity rate Covid-19 Indonesia masih di atas 5 persen.


“Meski kasus Covid-19 di Indonesia melandai, kita masih dalam fase positivity rate di atas 5 persen. Artinya, kasus Covid-19 yang ditemukan dengan kasus  Covid-19 yang ada di masyarakat ternyata masih lebih sedikit yang ditemukan,” ujarnya dalam sebuah konferensi virtual, Rabu (6/4/2022).


Sehingga, ia meminta klaim bahwa Covid-19 di Indonesia membaik harus disikapi hati-hati. Karena harus dilihat daerah per daerah. Kini, ia menyebut Covid-19 memasuki tahun ketiga dan ada kecenderungan orang sudah bosan, jenuh, ingin Covid-19 segera berakhir semakin kuat.


Bahkan, perasaan ini terjadi di level negara. Dicky mengakui, banyak negara yang akhirnya mendeklarasikan endemi. Status inilah yang menjadi dasar untuk melakukan pelonggaran.


“Tetapi sekali lagi, virus ini tidak terpengaruh dengan deklarasi. Dia adalah makhluk yang diciptakan dengan hukum biologinya sendiri dan dia patuh,” katanya.


Ia menegaskan, situasi pandemi ini dideklarasikan oleh organisasi kesehatan dunia PBB (WHO) dengan adanya kriteria secara internasional. Kemudian, kalau menyatakan status ini berakhir atau turun jadi epidemik, endemik atau sporadik maka mau tak mau harus ada pencabutan status dari WHO.


Ia menambahkan, secara de facto terbagi statusnya secara sporadis, endemik dan epidemik. Endemik dan sporadis artinya kasus terkendali. Ia mengklarifikasi, nantinya ketika statusnya diturunkan jadi endemi bukan berarti tanpa kasus Covid-19 baru.


Ia menjelaskan, kasus Covid-19 masih tetap ada tetapi stabil dan kemudian berdampak pada fasilitas kesehatan termasuk dampak kematian. Menurutnya, kesalahan persepsi ini perlu diluruskan.


“Pandemi bisa berakhir kalau ada obat atau vaksin secara efektif, adanya strategi masyarakat atau ada kekebalan yang timbul. Tiga hal ini jadi rujukan untuk melihat kapan pandemi berakhr,” ujarnya.


Dicky juga meminta karakter virus SARS-CoV2 harus dipelajari untuk menjadi modal bagaimana bisa keluar dari masa kritis saat ini. Ia menjelaskan, modal kekebalan tubuh (imunitas) yang diperoleh lewat vaksinasi jadi penting karena kalau cakupan vaksinasi tidak memadai, apapun variannya bisa berdampak pada kematian yang besar.


Ia menambahkan, ini yang terjadi di Hongkong. Lanjut usia (lansia) di Hongkong tidak mau divaksin karena merasa tidak percaya dengan vaksinasi produksi Cina. Akhirnya berdampak kepada mereka tak punya imunitas dan berujung fatal.

Sumber: Republika

Tags: kasus covidkasus covid indonesiakasus covid menurunpositivity rate indonesia
ShareTweetPin
Previous Post

PM Israel Berjanji akan Lanjutkan Pembangunan Permukiman Yahudi di Tepi Barat

Next Post

Soal Reshuffle, Partai Serahkan ke Jokowi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi di Lima Daerah Jelang Idulfitri

Gubernur Aceh Surati BPJS, Minta Akses Kepesertaan JKA Segera Dibuka

Rabu (20/05/2026) - 22:48 WIB
Kemenag Aceh Besar Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Kemenag Aceh Besar Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Rabu (20/05/2026) - 22:43 WIB
Wagub Aceh Temui Mensos, Usulkan Tambahan PBI JK untuk 331 Ribu Warga

Wagub Aceh Temui Mensos, Usulkan Tambahan PBI JK untuk 331 Ribu Warga

Rabu (20/05/2026) - 22:37 WIB
UIN Ar-Raniry Deklarasi Anti Kekerasan Seksual di Momentum Harkitnas 2026

UIN Ar-Raniry Deklarasi Anti Kekerasan Seksual di Momentum Harkitnas 2026

Rabu (20/05/2026) - 22:34 WIB
Menteri Agama Akan Lantik 668 CPNS Kemenag Aceh Jadi PNS

Menteri Agama Akan Lantik 668 CPNS Kemenag Aceh Jadi PNS

Rabu (20/05/2026) - 22:31 WIB
‎Gubernur Aceh Hadiri Paripurna DPRA Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025

‎Gubernur Aceh Hadiri Paripurna DPRA Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025

Rabu (20/05/2026) - 22:25 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.