Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Diskusi di AJI Banda Aceh, Dandhy Laksono Berkisah di Balik Dirty Vote

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (03/03/2024) - 01:46 WIB
in DAERAH
0
Diskusi di AJI Banda Aceh, Dandhy Laksono Berkisah di Balik Dirty Vote

AJI Banda Aceh gelar diskusi film Dirty Vote bersama Dandhy Dwi Laksono dan Yusuf Priambodo, Sabtu (2/3/2024). Foto: AJI Banda Aceh/Suparta Arz

BANDA ACEH – Sutradara dokumenter Dirty Vote Dandhy Laksono berbagi kisah di balik layar film yang telah ditonton lebih dari 20 juta kali itu. Bersama videografer Yusuf Priambodo, ia bercerita dalam diskusi di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh, Sabtu (2/3/2024) malam.

Diskusi bertajuk ‘Setelah Dirty Vote’ berlangsung sekitar pukul 20.30 WIB. Puluhan peserta memadati halaman sekretariat AJI Banda Aceh di Batoh, Kota Banda Aceh.

Menurut Juli Amin, Ketua AJI Banda Aceh, kehadiran Dandhy dan Yusuf sangat ditunggu untuk menjawab banyak pertanyaan yang selama ini terpendam ketika menyaksikan Dirty Vote.

“Kok Bang Dandhy dan kawan-kawan ini cukup berani mengangkat isu-isu krusial ke publik? Ini sangat penting untuk memotivasi para jurnalis muda di Aceh,” kata Juli Amin tatkala membuka diskusi.

Dandhy bercerita bahwa mereka punya waktu cukup singkat untuk memproduksi Dirty Vote: tiga pekan sejak perencanaan sampai tayang di kanal YouTube. “Ada keajaiban di situ,” kata Dandhy.

Faktor lain, tiga narasumber film itu selama ini menjadi ‘bintang’ media, yaitu Bivitri Susanti, Zainal Arifin Muchtar, dan Feri Amsari. Sebab itu, Dandhy hampir tidak ada kesulitan berimprovisasi cara penuturan para narasumber.

“Konsep di ilmu hukum diturunkan dalam bahasa sederhana yang dapat ditonton masyarakat umum,” katanya.

Dandhy mengatakan ada tiga faktor penting dokumenter hampir dua jam itu sukses diproduksi dalam waktu tak mencapai sebulan. “Pertama, kru sudah standby (siap) dan terlatih, kedua narasumber terbiasa bicara di depan kamera, dan ketiga momentum [Pemilu]. Karena momen itulah orang akan bicara politik,” katanya.

Ia sejak awal menduga potensi viral atau tidak film itu seimbang alias 50-50 karena diunggah di kanal YouTube baru tanpa pengikut. Promosi pun dilakukan sehari sebelumnya.

“Teman-teman tidak membayangkan film ini meledak. Ekspektasi kami tidak seviral itu,” katanya.

Sementara, Yusuf Priambodo juga menceritakan pengalamannya terlibat dalam film ini. Ia baru menyelesaikan Ekspedisi Indonesia Baru, perjalanan keliling Indonesia dengan sepeda motor bersama Dandhy, Farid Gaban, dan Benaya Ryamizard Harobu.[]

Tags: acehaji banda acehDandhy LaksonoFilm Dirty VoteheadlineNews
ShareTweetPin
Previous Post

Resmi Diluncurkan, 50 Event Bakal Meriahkan Khazanah Piasan Nanggroe 2024

Next Post

Aksi Bersih Pantai, FJL Aceh Temukan Sampah Internasional di Pulau Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

Kemenag Salurkan Lebih dari Rp85 Miliar untuk Penanganan Dampak Bencana di Aceh

Rabu (10/06/2026) - 12:35 WIB
Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Selasa (09/06/2026) - 21:14 WIB
Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Manuskrip Bersejarah Aceh Dua Dekade Dikuasai Oknum Bangsawan Malaysia, Upaya Hukum Internasional Disiapkan

Selasa (09/06/2026) - 21:11 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.