Banda Aceh – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh periode 2026-2030 Profesor Mujiburrahman bersama istrinya menjalani prosesi peusijuek di Ruang Rektor, Lantai II Gedung Rektorat UIN Ar-Raniry, Senin (17/8/2026).
Tradisi khas Aceh itu menjadi bagian dari doa dan harapan bagi Rektor UIN Ar-Raniry dalam menjalankan amanah kepemimpinan selama empat tahun ke depan.
Sejumlah tokoh ikut memimpin prosesi peusijuek, di antaranya mantan Rektor UIN Ar-Raniry periode 2005-2009, Prof Yusni Saby serta Prof Muhibbutthabry dan Prof Nazaruddin A Wahid. Istri Prof. Nazaruddin A Wahid dan Imum Chik Masjid Fathun Qarib Tgk Saifuddin A Rasyid juga turut terlibat dalam prosesi tersebut.
Peusijuek merupakan tradisi masyarakat Aceh yang mengandung doa keselamatan, keberkahan, dan kelancaran dalam menjalankan amanah. Di lingkungan perguruan tinggi, tradisi itu sekaligus menjadi simbol keterhubungan antara nilai budaya Aceh dan kehidupan akademik.
Prof Yusni Saby yang pernah memimpin UIN Ar-Raniry pada periode 2005-2009, berharap kepemimpinan baru dapat menjaga amanah yang telah diberikan.
“Amanah tidak boleh bergeser,” kata Yusni dalam kesempatan tersebut.
Menurut dia, berbagai program yang telah direncanakan juga harus dijalankan hingga tuntas. Kepemimpinan baru, kata Yusni, perlu memastikan kesinambungan program sehingga tidak berhenti di tengah jalan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga harmonisasi yang selama ini telah berlangsung di lingkungan kampus.
“Program yang sudah direncanakan tidak boleh berhenti sampai tuntas,” ujarnya.
Prosesi peusijuek berlangsung sekitar pukul 09.15 WIB. Kehadiran istri Rektor dalam prosesi itu menunjukkan bahwa tradisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga menjadi bagian dari ikatan sosial dan kekeluargaan yang menyertai perjalanan seorang pemimpin.
Bagi UIN Ar-Raniry, peusijuek di awal periode kepemimpinan 2026-2030 menjadi penanda dimulainya sebuah amanah baru. Doa dan restu para tokoh diharapkan menjadi bekal bagi Rektor untuk menjaga keberlanjutan program, merawat keharmonisan kampus, serta memperluas jejaring UIN Ar-Raniry di tingkat daerah, nasional, dan internasional.[]








