Banda Aceh – Perhelatan kebudayaan tahunan Sangerday Fest 2026 resmi memperluas skala penyelenggaraan sekaligus memindahkan lokasi acara ke Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh. Rangkaian kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung di Museum Tsunami Aceh pada 11–12 September tersebut kini diperpanjang menjadi empat hari, yakni pada 11–14 September 2026.
Pembaruan lokasi dan durasi pelaksanaan ini merupakan hasil konsolidasi strategis antara Sangerday Fest 2026, Aceh Culinary Festival (ACF), dan komunitas Hip-Hop NAD Syndicate (HNS).
Mengusung filosofi sosiokultural “Sama-Sama Ngerti”, kolaborasi tiga entitas ini dirancang untuk mentransformasi ruang publik menjadi ekosistem kebudayaan yang inklusif dengan memadukan tradisi kopi lokal, apresiasi gastronomi, dan artikulasi seni urban generasi muda.
Panitia Pelaksana Sangerday Fest 2026, Nasrul menjelaskan bahwa perluasan skala ini merupakan wujud komitmen penyelenggara dalam merestrukturisasi pemanfaatan ruang publik untuk akselerasi ekonomi kreatif berbasis komunitas.
“Sebagai penerima manfaat Program Dana Hibah Kebudayaan Kategori Pendayagunaan Ruang Publik dari Kementerian Kebudayaan RI 2025 yang difasilitasi oleh Dana Indonesiaraya dan LPDP, seluruh rangkaian acara—meliputi lokakarya, pameran pasar kreatif, serta eksibisi seni dan budaya—tetap dibuka secara inklusif untuk masyarakat umum maupun wisatawan,” kata Nasrul dalam keterangannya, Senin (17/8/2026).
Secara historiografi, kolaborasi lintas entitas ini tidak hanya merekonstruksi narasi sejarah racikan kopi sanger yang diinisiasi sejak era 1990-an dan diperingati secara komunal sejak 2014, tetapi juga menargetkan penguatan posisi produk turunan kopi sebagai ikon ekonomi kreatif Aceh di tingkat nasional.
“Penyesuaian jadwal harian (rundown) serta informasi teknis kegiatan dapat diakses publik secara berkala melalui situs resmi Sangerdayfest.com dan kanal media sosial resmi Sanger Day Fest 2026,” pungkasnya.[]








