Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Dari Fort de Kock, Muhammadiyah Membela Hak-hak Perempuan

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (15/08/2023) - 10:12 WIB
in NASIONAL
0
Keterangan foto: suasana pekan di pasar Fort de Kock tahun 1930an. Sumber: media-kitlv.nl

#image_title

Oleh: Fikrul Hanif Sufyan, pemerhati sejarah dan pengajar di STKIP Yayasan Abdi Pendidikan Payakumbuh


Biasanya hak-hak perempuan, hanya dibicarakan di asosiasi perempuan. Namun, kali ini persyarikatan di Minangkabau membicarakannya di depan utusan cabang dan groep Muhammadiyah – Aisyiyah se Sumatra Westkust.   


Pertemuan ini bukanlah tertutup. Melainkan terbuka dan dihadiri banyak orang pada 25 April1928 di gedung bioskop Scala Bio Fort de Kock, alias Kota Bukittinggi (De Indische Courant, 27 April 1928) 


Tiga belas tahun pasca berdirinya di Yogyakarta, Muhammadiyah telah tersebar di Sungai Batang Maninjau (1925), Padang Panjang (1926), Simabur (1927), Lakitan (1927), dan Fort de Kock/Bukittinggi (1928). Seluruh cabang-cabang yang berada di Sumatra Westkust masing-masing berhubungan langsung dengan Hoofdbestuur Muhmmadiyah Hindia Timur. 


Masing-masing cabang yang telah memiliki groep ini hanya berhubungan satu sama lain, ketika membahas kepentingan bersama yang mempengaruhi mereka, sehubungan dengan keadaan di daerahnya masing-masing. Bagian-bagian dari cabang itu, kemudian bertemu dua tahun  sekali di Padang Panjang. Pertemuan ini dinamakan Konferensi Daerah. 


Seperti halnya di Jawa, Minangkabau juga memiliki persyarikatan perempuan yang diberi nama Aisyiyah, juga kepanduan yang dinamakan Hizboel Wathan. Utuk bagian seksi perempuan ini juga memiliki pertemuan. Mereka juga menamakannya Konferensi Daerah.


Rapat umum yang berlangsung sejak pukul 07.30 itu, dihadiri kurang lebih 700 orang. Di antara mereka yang hadir adalah pejabat administrasi Residensi Padangsche Bovenlanden, dan penyelidik pribumi.Tiga orang ulama terkemuka, juga turut hadir, seperti Haji Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul), Syekh Muhammad Djamil Djambek, dan Syekh Ibrahim Musa. Tetamu lainnya yang hadir adalah otoritas adat adat dan perwakilan asosiasi.


Yang luar biasa dari pertemuan ini adalah tempat para perempuan (Aisyiyah) berada di podium dan dipisahkan dari tempat laki-laki oleh kain berwarna hijau. Oleh karena itu, para perempuan ini sama sekali tidak terlihat oleh laki-laki. Dan, yang berada di bawah usia 18 tahun yang kan memicu kegaduhan, dikeluarkan dari openbare vereeniging.


Pimpinan rapat diserahkan oleh ketua setempat kepada ketua Muhammadiyah Cabang Padang Pandjang, Saalah Jusuf Sutan Mangkuto. Pertemuan diawali dengan pembacaan Al-Qur’an.


lanjutkan membaca di halaman berikutnya…


 


 


 

Sumber: Republika

Tags: muhammadiyahMuhammadiyah bela hak perempuanpp muhammadiyah
ShareTweetPin
Previous Post

Tiga Poros Koalisi Pilpres 2024, Kerumitan Pilih Cawapres Jadi Penentu Kemenangan

Next Post

Kelompok HAM Minta Keadilan atas Pembunuhan Massal di Mesir pada 2013

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

Jumat (24/07/2026) - 22:42 WIB
Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Jumat (24/07/2026) - 22:38 WIB
Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Jumat (24/07/2026) - 16:44 WIB
Sekda Aceh: Pembangunan Huntara Capai 99 Persen, Fokus Beralih ke Huntap

Sekda Aceh: Pembangunan Huntara Capai 99 Persen, Fokus Beralih ke Huntap

Jumat (24/07/2026) - 15:53 WIB
Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Jumat (24/07/2026) - 15:51 WIB
Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Mualem

Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Mualem

Jumat (24/07/2026) - 15:49 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.