BANDA ACEH | LENSA KITA – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, menyampaikan, semenjak pandemi Covid-19 melanda dunia tak terkecuali Banda Aceh, banyak pusat perbelanjaan sepi dari pembali. Geliat ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) terasa lesu akibat virus corona.
Pemerintah melalui dinas terkait terus melakukan sejumlah gebrakan dan program untuk mendorong wisata dan UMKM hidup kembali dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes). Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penularan Covid-19.
“Pariwisata Kota Banda Aceh mulai membaik karena Covid-19 juga sudah menurun,” kata anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh, Hj. Kasumi Sulaiman yang akrab disapa Bunda Mimi, Minggu (17/4/2022).
Politisi Partai Golkar ini mengaku bersyukur bahwa kasus Covid-19 di Kota Gemilang sudah menurun, bahkan sudah berada di level 1 seperti yang disampaikan Wali Kota, Aminullah Usman beberapa waktu lalu.
“Kita sangat bersyukur kasus Covid-19 sudah turun. Akibatnya ekonomi pariwisata juga sudah lebih hidup,” ujar Bunda Mimi
Oleh sebab itu, tambah Bunda Mimi, untuk menjaga agar trend ekonomi tetap membaik, perlu adanya kerjasama dan kolaborasi semua elemen untuk kembali membangkitkan pariwisata di Kota Banda Aceh.
Menurutnya, kebijakan ini perlu dilakukan untuk kembali meningkatkan taraf ekonomi masyarakat utamanya pelaku UMKM. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Banda Aceh juga sangat berpengaruh dan meningkat.
“Kolaborasi semua stakeholder dalam memajukan dan menfasilitasi pariwisata baik infrastruktur, ekonomi kreatif harus bersatu dan itu sangat mempegaruhi PAD kota ke depannya,” ujarnya.










