Sabang – Gampong Paya Seunara, Kota Sabang, akan menggelar Paya Seunara Adventure Festival (PSAF) 2026 pada 8–9 Agustus 2026 sebagai upaya membuka destinasi wisata baru berbasis alam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Keuchik Gampong Paya Seunara, Azhar, mengatakan festival bertema sport tourism tersebut menargetkan lebih dari 1.000 peserta dan diharapkan mampu menarik ribuan wisatawan ke Sabang.
“Kegiatan ini merupakan upaya kami membuka akses wisata ke kampung yang selama ini belum banyak dikenal. Selama ini orang mengenal Sabang identik dengan pantai dan snorkeling. Kami ingin menghadirkan pilihan wisata lain, yaitu wisata nonpantai,” kata Azhar di Banda Aceh, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, PSAF tidak menggunakan Dana Desa. Seluruh pembiayaan kegiatan berasal dari dukungan para sponsor. Festival tersebut juga digelar dalam rangka menyemarakkan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Beragam kegiatan telah disiapkan dalam festival tersebut, di antaranya Trail Run 17 kilometer, Road Race 8 kilometer kategori pelajar dan umum, Mountain Bike (MTB), Fun Bike, lomba dayung perahu naga, kejuaraan catur terbuka, lomba mancing, bazar UMKM, pentas seni budaya, hingga berbagai permainan keluarga dan anak-anak.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan pembukaan pada 7 Agustus malam, dilanjutkan pentas seni dan kejuaraan catur. Pada hari berikutnya akan digelar Fun Bike, jalan santai, Trail Run 17K, serta lomba dayung. Sementara pada hari terakhir akan dilaksanakan MTB, Road Race 8K, lanjutan lomba dayung, lomba mancing, dan ditutup dengan acara penutupan pada malam hari.
Azhar menjelaskan seluruh perlombaan terbuka untuk masyarakat umum, tidak hanya bagi warga Sabang. Pendaftaran telah dibuka sejak dua pekan lalu dengan batas akhir pendaftaran pada 30 Juli 2026.
Ia berharap festival tersebut menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal potensi lain yang dimiliki Paya Seunara.
“Kami memiliki panorama pegunungan, waduk, dan pemandangan laut dari dataran tinggi. Jalur yang disiapkan juga menawarkan tantangan tersendiri sehingga diharapkan menjadi daya tarik bagi peserta,” ujarnya.
Untuk menjamin keamanan peserta, panitia telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari marshal di sepanjang lintasan, tim penyelamat, tenaga kesehatan, hingga ambulans.
“Insya Allah rute yang kami siapkan aman karena seluruh perangkat pengamanan sudah dipersiapkan,” katanya.
Panitia juga menyiapkan berbagai pilihan akomodasi bagi peserta. Selain memanfaatkan penginapan yang ada di kawasan Paya Seunara, masyarakat yang bersedia menyewakan rumah telah didata. Panitia turut menyediakan area perkemahan dengan pilihan tenda gratis maupun berbayar.
Terkait biaya pendaftaran, Azhar menyebut tarif disesuaikan dengan masing-masing cabang olahraga. Beberapa perlombaan dipungut biaya, sementara sebagian lainnya digratiskan.
Menurutnya, Sabang sebagai daerah tujuan wisata memiliki peluang menarik peserta dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara. Promosi festival juga dilakukan di sejumlah titik wisata yang selama ini menjadi tujuan wisatawan.
“Kami melihat ada minat dari wisatawan asing, terutama untuk cabang lari. Mudah-mudahan mereka juga ikut meramaikan festival ini,” ujarnya.
Azhar menegaskan PSAF merupakan inisiatif pemerintah gampong untuk mengangkat potensi desa yang selama ini belum banyak terekspos. Ia berharap festival tersebut dapat menjadi agenda tahunan sekaligus memberi dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami ingin orang yang datang ke Sabang tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga memiliki alternatif destinasi wisata alam lainnya. Ini bagian dari ikhtiar kami mempromosikan potensi kampung,” pungkasnya.[]










