Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Cegah Bencana di Pesisir Indonesia dengan Rehabilitasi Mangrove

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (15/05/2022) - 20:30 WIB
in NASIONAL
0
Aktivis lingkungan dan relawan Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menanam bibit mangrove di hutan ekowisata, Gampong Baroe, Aceh Jaya, Aceh, Sabtu (5/3/2022). Penanaman mangrove di kawasan ekowisata yang memiliki luas sekitar 300 hektere lebih itu untuk menjaga dan mencegah daerah tersebut dari abrasi dan erosi, menjadi daerah penyangga, serta menjadi fungsi biologi dan ekonomis.

Ekosistem mangrove dapat menjadi penyangga untuk mengurangi dampak bencana alam. 

 Gempa bumi dengan magnitudo 9,1 yang berpusat di Samudera Hindia, terjadi beberapa hari sebelum pergantian tahun 2004. Gempa bumi ini pun memicu tsunami yang menelan korban jiwa ratusan ribu di beberapa negara yang berbatasan dengan perairan itu, salah satunya wilayah Aceh di Indonesia.


Indonesia menjadi negara dengan korban jiwa terbesar akibat hempasan tsunami setinggi 15-30 meter di pesisir Aceh dan wilayah sekitarnya. Lebih dari 200 ribu orang meninggal dunia dan hilang akibat peristiwa alam tersebut.


Tragedi tsunami yang memakan banyak korban jiwa itu tidak hanya mendorong kesadaran terkait penanggulangan bencana yang menjadi cikal bakal terbentuknya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tetapi juga pentingnya mitigasi dan perencanaan menghadapi risiko bencana.


Hal itu penting mengingat posisi Indonesia yang berada di wilayah Cincin Api Pasifik, yang rawan bencana alam yang diakibatkan oleh gempa, tsunami dan gunung meletus. Langkah pencegahan untuk meminimalisasi jatuhnya korban jiwa sangat diperlukan termasuk di wilayah pesisir untuk menghadapi potensi risiko bencana tersebut.


Laporan yang dipublikasikan Badan PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana (United Nations Office for Disaster Risk Reduction/UNDRR) Asia-Pasifik pada 2020 menyatakan, bahwa ekosistem mangrove dapat menjadi penyangga untuk menghadapi, mencegah dan mengurangi dampak bencana alam terhadap manusia dan infrastruktur.


Dalam laporan bertajuk Ecosystem-Based Disaster Risk Reduction, Implementing Nature-based Solutions for Resilience, disebutkan bahwa ekosistem di pesisir seperti mangrove memberikan perlindungan dari badai, banjir dan tsunami. Mangrove dapat menurunkan dampak karena menjadi pelindung dari hantaman gelombang laut dan meningkatnya permukaan air laut dengan sistem akarnya yang kokoh mampu melindungi ekosistem pesisir dari erosi.


Terkait tsunami, studi yang dirilis di jurnal Science pada 2005 memperlihatkan bahwa area yang memiliki perlindungan dalam bentuk ekosistem hutan pesisir seperti mangrove menerima dampak tsunami yang lebih kecil dibandingkan area yang tidak memiliki vegetasi pelindung.


Pentingnya mangrove sebagai salah satu faktor kunci menghadapi bencana alam di daerah pesisir itu juga ditekankan oleh Direktur Program Kelautan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Muhammad Ilman. 


Ilman menjelaskan, bahwa mangrove telah terbukti berperan dalam upaya mitigasi dan mengurangi dampak bencana alam di pesisir. Dia memberi, contoh tsunami pada 2004, wilayah di Aceh dengan mangrove atau hutan pantai yang relatif asri memiliki tingkat kerusakan yang lebih kecil jika dibandingkan wilayah lain di provinsi itu yang tidak memiliki “perisai” hijau tersebut.


“Relevan sekali kalau dilakukan restorasi mangrove sesegera mungkin, jangan ditunda lagi, untuk melindungi pesisir Indonesia dari bencana,” katanya.


 

 

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: mitigasi bencanapengurangan risiko bencana di pesisirrehabilitasi hutan mangrovetsunami aceh
ShareTweetPin
Previous Post

Partai Berkuasa Swedia Siap Dukung Tawaran NATO

Next Post

Kemenkes-WHO Indonesia Sepakati Kerja Sama Hibah Bidang Kesehatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan

Pemerintah Aceh Raih Apresiasi Kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan

Rabu (12/08/2026) - 22:58 WIB
BKKBN Aceh Dorong Penguatan Keluarga Melalui Program Bangga Kencana di Langsa

BKKBN Aceh Dorong Penguatan Keluarga Melalui Program Bangga Kencana di Langsa

Rabu (12/08/2026) - 21:09 WIB
Wagub Fadhlullah Hadiri Rakor Forkopimda Regional Sumatera 2026 di Batam

Wagub Fadhlullah Hadiri Rakor Forkopimda Regional Sumatera 2026 di Batam

Rabu (12/08/2026) - 21:01 WIB
Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Green Zakat, BSI Raih Anugerah Utama ESG

Perkuat Pemberdayaan Masyarakat melalui Green Zakat, BSI Raih Anugerah Utama ESG

Rabu (12/08/2026) - 20:56 WIB
Capaian Penurunan Emisi Diakui, Gubernur Mualem Perkuat Tata Kelola Hutan Aceh

Capaian Penurunan Emisi Diakui, Gubernur Mualem Perkuat Tata Kelola Hutan Aceh

Rabu (12/08/2026) - 20:51 WIB
Sabang Siapkan ‘Jaklom’, Satu Platform untuk Informasi Pariwisata

Sabang Siapkan ‘Jaklom’, Satu Platform untuk Informasi Pariwisata

Rabu (12/08/2026) - 20:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.