Kamis, Juni 11, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

BNPB Fokus Kembangkan Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (12/04/2022) - 07:57 WIB
in NASIONAL
0
Ilustrasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) fokus mengembangkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, guna meningkatkan efektivitasnya dan penguatan respons masyarakat.

Terdapat komponen struktur dan kultur dalam peringatan dini bencana.

 JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) fokus mengembangkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, guna meningkatkan efektivitasnya dan penguatan respons masyarakat. Direktur Peringatan Dini BNPB Afril Rosya mengatakan, dalam peringatan dini bencana, terdapat dua komponen, yakni komponen struktur, dan komponen kultur.

Kemudian BNPB mengacu pada hasil Early Warning Conference, tentang peringatan dini di Bonn, Jerman tahun 2006, dan diluncurkan People Center Eaarly Warning System, adalah peringatan dini yang berbasis masyarakat. “Nah di sinilah mungkin BNPB lebih fokus yang mengembangkan sistem peringatan dirinya,” kata Afril dalam diskusi “Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB): Efektifitas Peringatan Dini dalam Penguatan Respon Masyarakat,” diikuti secara daring di Jakarta, Senin (11/4/2022).

Afril mengatakan, ada empat sub komponen dalam sistem peringatan dini. Pertama adalah pengetahuan masyarakat, lebih kepada bagaimana peningkatan risiko pengetahuan di level masyarakat. Komponen kedua adalah pemantauan dan analisis.

Ketiga adalah bagaimana penguatan diseminasi peringatan kepada masyarakat, tentang bagaimana komunikasi dari hasil pantauan dan analisis kepada masyarakat. Keempat adalah penguatan respons. 

Menurut Afril, empat komponen tersebut yang jadi sistem peringatan dini berbasis masyarakat. Selain itu untuk komponen pemantauan dan analisis dilakukan oleh kementerian atau lembaga terkait. 

Dalam ini, BNPB tidak melakukan pemantauan dan analisis. Menurut Afril, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjadi lembaga yang diberi kewenangan lebih untuk melakukan pemantauan tentang gempa bumi, tsunami, cuaca ekstrem dan sebagainya.

“Jadi kita memang di sini berbagi peran BNPB lebih kepada aspek kultur, aspek lebih menguatkan masyarakat,” kata dia.

Sementara pada penguatan respons masyarakat, Afril mengatakan, BNPB telah melakukan berbagai kegiatan untuk masyarakat dapat meningkatkan kemampuan responnya seperti melaksanakan latihan, kemudian juga simulasi. “Jadi setiap kami memberikan stimulan peringatan dini bencana di masyarakat atau daerah, kita melakukan gladi. Sehingga masyarakat paham dan mengerti untuk apa stimulan, alat penyelamatan itu diberikan, kemudian bagaimana harus merespon dari peringatan ini tersebut,” kata dia.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: afril rosyabnpbsistem peringatan dinisistem peringatan dini berbasis masyarakat
ShareTweetPin
Previous Post

Bahasa Melayu Jadi Bahasa Utama ASEAN? Ini Komentar Kepala Bahasa

Next Post

Polisi Kolombia Selamatkan Seribu Hewan dari Pasar Gelap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

BBPOM Perkuat Pengembangan Obat Bahan Alam Berbasis Kearifan Lokal di Aceh Jaya

Rabu (10/06/2026) - 16:25 WIB
30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

30 Pengelola Perpustakaan di Aceh Barat Daya Ikuti Pelatihan INLISLite

Rabu (10/06/2026) - 16:23 WIB
Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Tinjau Sabang Fair, Wakil Wali Kota Sabang Dorong Sistem Kerja Kebersihan Lebih Efektif

Rabu (10/06/2026) - 16:17 WIB
Kloter BTJ-02 Masuk Asrama Haji, 393 Jemaah Siap Terbang ke Tanah Suci

Alur Kedatangan Jemaah Haji Aceh di Tanah Air, Ini Tahapan yang Harus Dilalui

Rabu (10/06/2026) - 13:43 WIB
Jemaah Haji Gelombang II Mulai Diberangkatkan ke Madinah 8 Juni

Berikut Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Aceh 2026, Kloter Pertama Tiba 15 Juni

Rabu (10/06/2026) - 13:38 WIB
USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

USK Kukuhkan Lima Profesor Baru: Perkuat Inovasi dan Solusi bagi Masyarakat Aceh

Rabu (10/06/2026) - 13:04 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.