BANDA ACEH | LENSA KITA – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh mencatat peredaran uang tunai di Aceh selama hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah mencapai Rp 1,77 triliun.
Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh T Amir Hamzah, menyampaikan dari total uang yang beredar selama lebaran tahun ini merupakan kebutuhan masyarakat untuk melakukan transaksi secara tunai.
“Selama periode ramadhan dan Idul Fitri 1443 H kemarin uang tunai yang keluar dari BI Aceh sebesar Rp. 1,760.6 triliun,” kata T Amir Hamzah kepada wartawan, Jumat, 13 Mei 2022.
Amir Hamzah menyampaikan, saat lebaran Idul Fitri transaksi menggunakan uang tunai sangat tinggi di Aceh.
Sedangkan untuk penukaran uang pecahan kecil di masyarakat ke Bank Indonesia Aceh mencapai Rp 17,3 miliar. Apalagi saat lebaran Idul Fitri transaksi menggunakan uang tunai sangat tinggi.
“Jadi total uang keluar dari BI Aceh sebesar Rp 1,77 triliun,” ujar dia.
Dia mengatakan, sebelumnya BI Aceh telah menyediakan uang tunai sebesar Rp 2,8 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama ramadhan hingga Idul Fitri 1443 Hijriah.
Hal itu, kata Amir, dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan uang di masyarakat yang meningkat saat bulan puasa dan hari raya Idul Fitri tahun ini.
“Jumlah Rp 1,77 triliun itu dari BI Provinsi Aceh, belum termasuk BI Lhokseumawe,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, saat ini BI Perwakilan Aceh terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai yakni QRIS, uang elektronik, BI-FAST, dan digital banking. Sehingga memudahkan masyarakat dalam bertransaksi.










