Rabu, April 22, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

AS Setujui Penjualan Peralatan Militer Senilai 500 Juta Dolar ke Taiwan

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (24/08/2023) - 16:22 WIB
in INTERNASIONAL
0
Militer Taiwan.

#image_title

 WASHINGTON — Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyetujui kemungkinan penjualan peralatan militer senilai 500 juta dolar AS ke Taiwan. Langkah ini kemungkinan akan memicu ketegangan dengan Cina.


“Usulan penjualan peralatan dan dukungan ini tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di kawasan,” kata pernyataan Departemen Luar Negeri AS. 


Penjualan tersebut akan dinegosiasikan dengan perusahaan pertahanan dan kedirgantaraan Lockheed Martin. Namun belum ada kesepakatan akhir. Rencana penjualan tersebut mencakup sistem pencarian dan pelacakan inframerah, dukungan amunisi, dan peralatan untuk program jet tempur F-16.


Beberapa jam sebelum pengumuman tersebut, Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen mengunjungi tugu peringatan di Pulau Kinmen, tempat pasukan Taiwan dan Cina bertempur pada Agustus 1958 selama Krisis Selat Taiwan Kedua. Tsai menegaskan kembali rencananya untuk memperkuat pertahanan Taiwan.

 


“Untuk menjaga perdamaian, kita perlu memperkuat diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita perlu terus melakukan reformasi pertahanan nasional, mendorong kemandirian, memperkuat kemampuan dan ketahanan pertahanan kita,” ujar Tsai, dilaporkan Aljazirah, Rabu (23/8/2023).


Namun, ambisi pertahanan tersebut berbenturan dengan sikap Cina terhadap Taiwan. Cina menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya. Cina telah mengisyaratkan bahwa mereka mungkin menggunakan kekuatan untuk membawa Taiwan ke bawah kendalinya.


Sementara itu, AS belum menjalin hubungan diplomatik formal dengan Taiwan sejak1979, ketika AS memilih untuk mengakui Cina. Pengakuan tersebut datang bersamaan dengan pengakuan atas kebijakan “Satu Cina” yang diusung Beijing, dan menegaskan klaim Cina atas Taiwan.


Washington belum mengambil sikap resmi mengenai kedaulatan Taiwan. Mereka terus menjalin hubungan informal dengan Taiwan termasuk melalui bantuan militer dan penjualan.


Bulan lalu, AS menyetujui bantuan militer senilai 345 juta dolar AS untuk Taiwan.  Hal ini menandai pertama kalinya Presiden AS Joe Biden menggunakan wewenang penarikan presidennya untuk mentransfer pasokan militer dari Pentagon ke Taiwan, serupa dengan langkah yang telah dilakukan untuk Ukraina. Biden telah beberapa kali mengindikasikan bahwa AS akan membela Taiwan jika terjadi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya”.


Ketegangan antara pemerintahan Biden dan pemerintahan Presiden Cina, Xi Jinping telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama ketika para pejabat terkemuka Taiwan melakukan transit ke AS.


Cina mengecam transit ini sebagai peluang bagi para pejabat Taiwan untuk bertemu dengan rekan-rekan mereka di AS.  Namun AS menganggap transit tersebut sebagai transit rutin, dan memperingatkan Cina agar tidak bereaksi berlebihan.


Presiden Tsai transit di AS saat melakukan perjalanan ke Belize dan Guatemala awal tahun ini. Tsai bertemu dengan Ketua House of Representatives AS, Kevin McCarthy di Kalifornia dalam perjalanan pulang.


Sementara Wakil Presiden Taiwan, William Lai juga transit di AS awal bulan ini, dalam perjalanannya untuk menghadiri pelantikan presiden baru Paraguay. Kunjungan tersebut mendorong Cina untuk menempatkan militernya dalam siaga tinggi. 

Sumber: Republika

Tags: as jual senjata ke taiwankonflik cina taiwanlockheed martinmiliter taiwan
ShareTweetPin
Previous Post

Ada Lirik ‘Papa dan Ayahku' di Youtube Kids Berbau LGBT, KemenPPA Angkat Bicara

Next Post

KPK: Kasus Rafael Alun Bisa Jadi Contoh Penegakan Hukum Berbasis LHKPN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Jemaah Haji Aceh Tempati Kamar Setara Hotel Bintang 3 Selama di Asrama Sebelum Berangkat

Jemaah Haji Aceh Tempati Kamar Setara Hotel Bintang 3 Selama di Asrama Sebelum Berangkat

Rabu (22/04/2026) - 14:01 WIB
Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Selasa (21/04/2026) - 22:10 WIB
Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Selasa (21/04/2026) - 22:08 WIB
Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Kemenag Tegaskan Tidak Ada Kebijakan Uang Kas Masjid Dikelola Pemerintah

Selasa (21/04/2026) - 22:04 WIB
Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.