Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Aktivis Palestina Tanggapi Sinis Janji Elon Musk tentang Kebebasan Berbicara di Twitter

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (29/04/2022) - 02:10 WIB
in INTERNASIONAL
0
Seorang hakim Amerika Serikat pada Rabu (27/4/2022) menolak permintaan CEO Tesla Elon Musk untuk membatalkan kesepakatan 2018 terkait cuitan (tweet) miliader itu yang dianggap

Aktivis Palestina pertanyakan janji Elon Musk karena isu Palestina sensitif di medsos

RAMALLAH – Elon Musk telah mempromosikan dirinya sebagai juru kampanye ‘kebebasan berbicara’, jauh sebelum tawaran akuisisi Twitter senilai 44 miliar dolar AS diumumkan pada minggu ini. Namun, sejumlah aktivis menyatakan keraguannya pada konsep ‘kebebasan’ itu akan meluas ke wacana daring yang berkaitan dengan perjuangan Palestina, yang dinilai sering disensor di platform media sosial.

Kepala Eksekutif CEO Tesla dan SpaceX yang memiliki kekayaan sekitar 260 miliar dolar itu diketahui mencapai kesepakatan pada Senin lalu dan akan diselesaikan selama tiga hingga enam bulan lagi. Aktivis berpendapat, meskipun dia belum mengumumkan rencananya untuk platform tersebut, Musk dinilai telah membual tentang pentingnya kebebasan berbicara dan sering mengkritik kebijakan Twitter.

Bagi para aktivis dan organisasi yang berjuang untuk mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah Palestina, gagasan untuk mengunggah secara bebas tanpa takut disensor tampaknya terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Gerakan Pemuda Palestina (PYM), sebuah organisasi akar rumput, mengatakan mereka sering menghadapi ‘pembatasan bayangan’, istilah untuk praktik menyembunyikan konten pengguna tanpa memberi tahu pengguna itu.

Organisasi itu menyebut mereka memiliki beberapa unggahan yang dibatasi di media sosial. Anggota PYM Omar Zahzah mengatakan bahwa Musk membeli Twitter bukanlah hal yang patut dirayakan.

“Tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti apa arti Musk membeli Twitter bagi pidato anti-Zionis di platform tersebut. Namun saya pikir semua aktivis perlu waspada karena platform komunikasi publik yang terkonsentrasi di tangan satu individu bukanlah pertanda baik bagi kebebasan berbicara,” kata Zahzah, dilansir Middle East Eye, Kamis (28/4/2022).

“Semua penindasan yang dihadapi warga Palestina di seluruh platform media sosial telah terjadi karena kepentingan bisnis swasta yang mencekik pidato dan pertukaran politik. Alih-alih menjadi semacam penggerak demokrasi, media sosial telah menjadi lambang pembungkaman dan penindasan politik karena raksasa teknologi telah berkolaborasi dengan berbagai pemerintah yang menindas, termasuk pemerintah Israel, untuk menyensor dan menghapus konten yang mengekspos karakter opresif mereka yang sebenarnya,” lanjutnya tegas.

Meskipun masih belum jelas di mana posisi Musk dalam masalah Israel-Palestina, tapi tercatat pada 2018 ia melakukan perjalanan ke Israel dan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di kediaman pribadinya untuk membahas bagaimana membawa teknologi masa depan ke Israel. Demikian dilaporkan Business Insider.

Netanyahu kemudian berkata: “Saya bertemu dengan Elon Musk pagi ini. Dia memberi tahu saya bahwa Israel adalah kekuatan teknologi, dan dia menghargai apa yang kami lakukan di sini”.

Sensor

Ketika kekerasan meningkat di Yerusalem yang diduduki tahun lalu setelah penduduk dari lingkungan Sheikh Jarrah diancam akan diusir, banyak aktivis mengeluh unggahan mereka tentang situasi tersebut disensor. Akun Twitter penulis Palestina Mariam Barghouti, yang berada di lapangan melaporkan protes terhadap pengusiran warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem Timur, juga ditangguhkan sementara.

“Masalahnya bukan penangguhan akun saya, melainkan pertimbangan bahwa akun Palestina telah disensor secara umum, terutama beberapa minggu terakhir ini ketika kami mencoba untuk mendokumentasikan agresi Israel di lapangan,” kata Barghouti kepada Vice News.

Sumber: Republika

Tags: aktivis palestinaelon muskelon musk beli twitterisu palestinakonflik palestina israelpendudukan israel
ShareTweetPin
Previous Post

Dana JHT Bisa Dicairkan Saat Terkena PHK, Ini Aturannya

Next Post

Mudik, Pastikan Ketangguhan Motor Sebelum Berangkat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dek Gam Persilahkan Pihak Lain Kelola Persiraja Banda Aceh

Dek Gam Tegaskan Laga Persiraja vs Garudayaksa Bukan Sekadar Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 22:49 WIB
Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Sabtu (18/04/2026) - 21:48 WIB
Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 21:42 WIB
5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Jumat (17/04/2026) - 22:07 WIB
Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Jumat (17/04/2026) - 18:10 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.