Jakarta — Realisasi bantuan pemulihan sektor pertanian pascabencana di Aceh yang dikelola langsung Kementerian Pertanian (Kementan) masih sangat rendah. Dari total Rp1,2 triliun yang berada di bawah satker pusat dan balai Kementan, serapan baru mencapai sekitar 25 persen. Artinya, masih tersisa sekitar Rp1,1 triliun yang belum tersalurkan kepada petani.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch. Arief Cahyono, membenarkan temuan tersebut. Total dukungan Kementan untuk Aceh mencapai Rp1,7 triliun. Sebanyak Rp530 miliar disalurkan langsung ke daerah melalui Tugas Pembantuan untuk optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah, sementara sisanya Rp1,2 triliun dikelola satker dan balai pusat dalam bentuk alat mesin pertanian serta bibit padi, jagung, dan komoditas lainnya.
Namun, realisasi bagian yang dikelola langsung Kementan jauh tertinggal. “Anggaran tersisa masih sekitar 1,1 triliun dan waktu tidak banyak. Serapan baru 25 persen dan kita harus bersama segera selesaikan,” kata Arief, Rabu (12/8/2026).
Keterlambatan ini terutama disebabkan lambatnya usulan penetapan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dari pemerintah daerah. Tanpa CPCL lengkap, anggaran tidak bisa dicairkan. Padahal, waktu tersisa hanya empat bulan di 2026. Jika tidak terserap hingga akhir tahun, dana tersebut akan kembali ke kas negara dan manfaatnya tidak akan dirasakan optimal oleh petani terdampak.
Arief menekankan bahwa Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong percepatan realisasi, khususnya anggaran yang dikelola satker pusat. “Ini tanggung jawab bersama karena manfaatnya sangat dinantikan petani di Aceh,” ujarnya.
Meskipun Menteri Amran juga mengalokasikan dana pribadi sekitar Rp40 miliar yang sudah tersalurkan di awal bencana, fakta bahwa Rp1,1 triliun bantuan resmi Kementan masih mengendap menunjukkan percepatan yang digaungkan belum sepenuhnya berjalan di lapangan.
Dengan sisa waktu yang semakin sempit, pertanyaan besarnya sekarang adalah apakah Kementan mampu mengejar ketertinggalan realisasi sebelum dana tersebut kembali ke negara.[]








