Selasa, Agustus 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Saat Kak Ana Nikmati Panorama Negeri Atas Awan di Kilonam Geumpang Pidie

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (03/08/2026) - 12:30 WIB
in DAERAH
0
Saat Kak Ana Nikmati Panorama Negeri Atas Awan di Kilonam Geumpang Pidie

Saat Kak Ana Nikmati Panorama Negeri Atas Awan di Kilonam Geumpang Pidie. Foto: Humas Aceh

Pidie – Kabut pagi yang tebal menjadi daya tarik utama Agrowisata Kilonam di Geumpang, Pidie, Aceh. Di kawasan perbukitan ini, lanskap alam tampil memukau dengan lapisan awan yang seolah menggantung rendah.

Momen seperti ini yang menarik perhatian Ketua TP PKK Aceh, Marlina Usman atau Kak Ana, saat berkemah dan menyaksikan langsung keindahan yang kini mulai dilirik sebagai destinasi wisata berbasis alam.

Pukul 07.20 WIB, kabut masih menggantung di perbukitan Geumpang, Pidie, Aceh. Matahari belum sepenuhnya muncul. Dari depan tenda di Agrowisata Kilonam, Marlina Usman memandang lembah yang tertutup lapisan putih tebal. Udara dingin terasa tajam.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh itu seperti berdiri di atas awan. Kabut menggenang di bawah dan menutupi pepohonan.

Marlina atau lebih dikenal Kak Ana tiba di sana bersama rombongan TP PKK Pidie pada Sabtu (1/8/2026) malam. Mereka berkemah untuk menunggu pagi yang berkabut di kawasan itu.

“Tempat ini sangat indah. Tidak kalah dengan daerah lain,” katanya. Ia mengajak wisatawan datang dan melihat langsung lanskap tersebut.

Kilonam, disebut juga Kilo Nam atau Kilo 6, terletak di tepi jalan lintas Geumpang–Meulaboh, sekitar enam kilometer dari Pasar Geumpang. Dari Kota Sigli, pusat kota Kabupaten Pidie, jaraknya sekitar 100 kilometer.

Safriati, sang pemilik Kilonam yang akrab disapa Titi, memulainya dari usaha perkebunan. Lima tahun lalu mereka menanam kopi hingga durian. Namun pemandangan yang terbuka ke lembah kemudian menarik perhatian. Akhirnya sejak 2024, lahan itu mulai dibuka sebagai agrowisata.

“Tadinya kami berkebun, karena mendapat pemandangan begitu indah sehingga kami terinspirasi membuat tempat wisata,” kata Titi, Minggu (2/8/2026).

“Kami mulai merintis agrowisata sejak 2024, sementara kegiatan berkebun sudah berjalan sekitar lima tahun.”

Fasilitas tumbuh perlahan. Area kamping disiapkan di punggung bukit. Di bawahnya juga terdapat air terjun setinggi sekitar 30 meter.

Di sisi lain terdapat kolam anak dan kolam ikan. Tanaman kopi tumbuh berdampingan dengan jeruk dan durian. Di area itu terdapat bangunan kafe.

Tidak ada tiket masuk ke lokasi. Pengunjung hanya membayar makanan atau minuman. Sementara itu, bagi yang ingin berkemah, tersedia tenda yang disewakan Rp150.000 per malam. Satu tenda cukup untuk 3–4 orang.

Sinyal seluler di lokasi tidak ada. Pengunjung mengandalkan Wi-Fi yang disediakan di sekitar kafe.

Pagi dan sore menjadi waktu utama untuk berkunjung ke sini. Pagi hari, kabut menutup pepohonan sebelum akhirnya menipis. Sore hari, awan kembali turun, cahaya meredup, dan lanskap berubah lembut. Di antara dua waktu itu, pengunjung biasanya memilih diam menikmati suasana atau memotretnya, untuk mengabadikan momen.

Menjelang siang, sekitar pukul 10.00, kabut menghilang. Perbukitan hijau muncul jelas. Pada saat itu, Marlina turun ke air terjun.

Selepas dari sana, ia berkunjung ke area kolam renang untuk anak-anak. Di sampingnya juga ada kolam ikan. Di area itu juga terlihat kebun yang ditanami durian hingga kopi.

Kunjungan rombongan TP PKK Aceh akhir pekan itu menjadi penanda bahwa Kilonam mulai dilirik. Keunggulannya ada pada lanskap alam yang dibiarkan bekerja sendiri: kabut datang dan pergi. Dan pagi, seperti hari itu, memberi waktu bagi siapa saja untuk terpukau dengan keindahan alam Aceh.[]

Tags: acehGeumpangKak NaPidietp-pkk aceh
ShareTweetPin
Previous Post

Dinsos Aceh Ajak ASN Manfaatkan WFH untuk Jumat Berkah, Gerakan Berbagi Didorong Jadi Aksi Bersama

Next Post

BPMA dan Medco E&P Malaka Berhasil Optimalkan Dua Sumur WK A, Potensi Tambah Produksi Gas Hingga 7 MMSCFD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Arman Fauzi Dilantik Jadi Anggota KIP RI Periode 2026-2030

Arman Fauzi Dilantik Jadi Anggota KIP RI Periode 2026-2030

Senin (03/08/2026) - 22:11 WIB
Pemerintah Aceh Buka MPLS Sekolah Rakyat, Tegaskan Komitmen Putus Mata Rantai Kemiskinan

Pemerintah Aceh Buka MPLS Sekolah Rakyat, Tegaskan Komitmen Putus Mata Rantai Kemiskinan

Senin (03/08/2026) - 17:16 WIB
Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Raih Akreditasi Unggul Lamspak

Prodi Kesejahteraan Sosial UIN Ar-Raniry Raih Akreditasi Unggul Lamspak

Senin (03/08/2026) - 17:00 WIB
Enam Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terima Beasiswa Amal Salih Syaukath Group 2026

Enam Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terima Beasiswa Amal Salih Syaukath Group 2026

Senin (03/08/2026) - 16:58 WIB
FOTO: Jelang Panen Raya, Harga Gabah Meningkat di Aceh Besar

NTP Aceh Naik 1,57 Persen pada Juli 2026, Ditopang Kenaikan Harga Gabah, Kakao dan Sawit

Senin (03/08/2026) - 16:47 WIB
Inflasi Aceh Juni 2026 Capai 0,56 Persen, Transportasi dan Pangan Jadi Pendorong Utama

BPS: Aceh Alami Inflasi 0,24 Persen pada Juli 2026, Dipicu Kenaikan Harga Beras dan Bensin

Senin (03/08/2026) - 16:25 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.