Medan – Tiga siswa SMP IT Plus An Nur Medan, Naufal Hafiz Al Fauzi Sirait, Jovi Al Azhar, dan Muammar Bhumi Adhitama, resmi bertolak menuju Jepang, Senin (30/6/2026) untuk berbartisipasi pada Japan Design, Idea & Invention Expo (JDIE) yang merupakan kompetisi karya ilmiah tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA).
Dalam kompetisi yang akan berlangsung pada 3-4 Juli 2026 tersebut, ketiganya akan mempresentasikan inovasi unggulan mereka yang diberi nama “Eco-Guardian“. Proyek ini merupakan pengembangan sistem tong sampah pintar yang mampu memilah sampah secara otomatis.
Inovasi ini dirancang sebagai solusi cerdas untuk mengatasi permasalahan limbah sampah di sekolah, sekaligus mengedukasi siswa-siswi mengenai pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
“Eco-Guardian itu tong sampah pintar yang bisa memilah sampah sendiri secara otomatis, jadi sekolah kita bisa lebih bersih dan kita juga jadi lebih rajin buat buang sampah sesuai jenisnya,” jelas Hafiz saat ditanya tentang manfaat dari inovasi yang akan mereka bawa dalam kompetisi nanti.
Keberangkatan ketiga siswa ini merupakan bentuk dedikasi mereka dalam menciptakan teknologi ramah lingkungan yang aplikatif dan berdampak luas bagi masyarakat di sekolah maupun di luar sekolah.
Proyek Eco-Guardian diharapkan tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga mampu menginspirasi rekan-rekan sebaya di sekolah dan juga di luar sekolah untuk terus berkarya di bidang sains dan teknologi.
Merespons keberangkatan tim kebanggaan sekolah tersebut, pihak sekolah memberikan dukungan penuh dan pesan motivasi kepada para siswa. “Terus semangat,” pesan singkat namun bermakna tersebut menjadi pendorong bagi Hafiz, Jovi, dan Bhumi untuk memberikan penampilan terbaik mereka di hadapan para juri internasional.
“Kami mendukung penuh langkah Hafiz, Jovi, dan Bhumi dalam membawa inovasi Eco-Guardian ke Jepang. Semoga ajang ini menjadi wadah berharga bagi mereka untuk mengasah kemampuan riset sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa lainnya bahwa generasi muda kita mampu menciptakan solusi nyata bagi lingkungan.” ujar Kepala Sekolah SMP IT Plus An Nur Medan.
Berbekal persiapan riset yang matang, tim Eco-Guardian kini siap melangkah ke Jepang dengan misi membawa inovasi karya anak bangsa agar dikenal di kancah global.[]










