Banda Aceh – Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh mencatat sebanyak enam jemaah haji asal Aceh yang tergabung dalam Embarkasi Banda Aceh wafat di Tanah Suci selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Ketua PPIH Embarkasi Banda Aceh, Arijal, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya para jemaah tersebut. Ia mengatakan seluruh jemaah yang meninggal dunia telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur yang berlaku dan hak-hak mereka sebagai jemaah haji tetap dipenuhi.
“Kami atas nama PPIH Embarkasi Banda Aceh menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga jemaah yang wafat di Tanah Suci. Semoga almarhum dan almarhumah memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan,” kata Arijal, Senin (1/6/2026).
Berdasarkan data PPIH Embarkasi Banda Aceh per 1 Juni 2026, enam jemaah yang wafat tersebut berasal dari Kabupaten Pidie, Bireuen, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang.
Dua jemaah meninggal dunia saat berada di Arafah pada 26 Mei 2026. Mereka adalah Nurwaida Muhammad Yusuf (76), Kloter BTJ-08, asal Samalanga, Kabupaten Bireuen, yang meninggal akibat cardiogenic shock dan Maimunah Yusuf Ali (72), Kloter BTJ-13, asal Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, yang wafat akibat acute decompensated congestive heart failure.
Selanjutnya, Siti Salmijah (83), Kloter BTJ-13, asal Meunasah Kayee Raya, Kabupaten Pidie Jaya, meninggal dunia di Rumah Sakit Mina Al Wadi, Mina, pada 28 Mei 2026 akibat congestive heart failure.
Aminah Ahmad (76), jemaah Kloter BTJ-13 asal Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, wafat pada 30 Mei 2026 di Sheefa Hospital, Makkah, akibat acute decompensated congestive heart failure.
Kemudian, Sulasry Abdul Gani (74), jemaah Kloter BTJ-05 asal Peusangan, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia di Makkah akibat cardiogenic shock. Almarhumah dimakamkan di Saraya Suhada Al Haram.
Pada hari yang sama, Ibrahim bin Abdul Kadir Nuh (74), asal Cot Sukon, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie. Jemaah Kloter BTJ-10 itu wafat di King Abdul Aziz Hospital, Makkah, pada 31 Mei 2026 akibat cardiogenic shock dan pneumonia.
Arijal menjelaskan bahwa sebagian besar jemaah yang wafat memiliki riwayat penyakit jantung dan mengalami gangguan kesehatan serius saat menjalani rangkaian ibadah haji.
“Petugas kesehatan haji terus memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh jemaah, khususnya kelompok lanjut usia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi. Kami juga mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mengatur aktivitas sesuai kemampuan, memperbanyak istirahat, serta segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, PPIH Embarkasi Banda Aceh bersama petugas haji di Arab Saudi terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap jemaah Aceh guna memastikan seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik dan aman.
“Keselamatan dan kesehatan jemaah menjadi prioritas utama. Kami berharap seluruh jemaah Aceh yang masih menjalankan ibadah haji senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran hingga kembali ke Tanah Air,” kata Arijal.[]










