Banda Aceh – Sejumlah jemaah haji Embarkasi Banda Aceh menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan petugas di Asrama Haji Kelas I Aceh menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Nurhayati, jemaah kelompok terbang (kloter) BTJ-14 asal Bener Meriah, mengaku merasa nyaman sejak tiba di Asrama Haji. Ia menilai pelayanan petugas hingga konsumsi yang disediakan berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah pagi tadi kami sampai ke sini cukup menyenangkan, petugasnya juga ramah. Kalau untuk hidangan Alhamdulillah cocok di lidah. Terima kasihlah, bagus pelayanannya,” kata Nurhayati, di Aula Jeddah, Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh, Selasa (18/5/2026).
Ia juga mengapresiasi variasi menu makanan yang disediakan bagi jemaah, terutama setelah menempuh perjalanan jauh menuju Banda Aceh.
“Menu makanannya bervariasi, enak dan ringan juga di lidah. Karena kita dari perjalanan jauh dengan menu yang tadi tidak bermasalah, Alhamdulillah,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan jemaah kloter BTJ-02 asal Sabang. Mereka menyebut pelayanan petugas membantu proses keberangkatan berjalan lancar.
“Terima kasih kepada petugas haji yang telah menyambut kami, memfasilitasi kami dengan sangat baik, sehingga keberangkatan kami berjalan dengan lancar,” ujar seorang jemaah BTJ-02.
Jemaah lainnya dari kloter yang sama juga menyampaikan harapan agar seluruh petugas diberikan kesehatan dan kesabaran dalam melayani tamu Allah selama musim haji berlangsung.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua petugas dan panitia pelaksanaan haji tahun 2026. Mudah-mudahan mereka diberikan kekuatan, kesabaran, dalam melayani jemaah haji dengan baik dan benar,” katanya.
Asrama Haji Kelas I Aceh menerapkan sistem pelayanan One Stop Service bagi seluruh jemaah haji di aula penerimaan. Sistem tersebut dirancang untuk mempermudah proses administrasi dan layanan sebelum keberangkatan ke Arab Saudi.
Melalui sistem itu, seluruh tahapan pelayanan dilakukan dalam satu alur, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian gelang identitas, paspor, living cost, kartu Baitul Asyi, kartu Nusuk, hingga pembagian kartu kamar jemaah.

Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Kelas I Aceh, Irsyadi, menegaskan bahwa esensi utama dalam penyelenggaraan ibadah haji adalah pelayanan kepada jemaah.
Menurutnya, seluruh petugas harus menempatkan diri sebagai pelayan demi memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah para tamu Allah.
“Kunci dari haji adalah melayani. Jadi semua petugas harus benar-benar memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” kata Irsyadi.
Ia menjelaskan, pelayanan yang dimaksud tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencakup aspek kemanusiaan seperti pendampingan, perhatian terhadap kondisi kesehatan, hingga membantu kebutuhan jemaah lanjut usia.
Irsyadi juga menekankan pentingnya kerja sama antarpetugas dalam mendukung kelancaran operasional haji. Menurutnya, koordinasi yang baik akan berdampak langsung pada kenyamanan jemaah selama berada di asrama maupun saat proses keberangkatan.
Selain itu, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan guna menyambut musim haji tahun ini, termasuk memastikan kesiapan fasilitas, akomodasi, serta pelayanan kesehatan. Ia berharap seluruh proses dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Yang kita utamakan adalah jemaah merasa aman, nyaman, dan terbantu. Itu yang menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.[]










