Banda Aceh – Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh pada Februari 2026 tercatat sebesar 125,21 atau mengalami kenaikan tipis 0,03 persen dibandingkan Januari 2026. Kenaikan tersebut terutama didorong oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat dan peternakan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Agus Andria, dalam keterangan pers di Banda Aceh, Senin (2/3/2026), menjelaskan bahwa pergerakan NTP diperoleh berdasarkan hasil pemantauan survei harga pedesaan.
“Berdasarkan hasil pemantauan survei harga pedesaan, NTP Aceh pada Februari 2026 tercatat sebesar 125,21 atau naik 0,03 persen dibandingkan Januari 2026. Kenaikan ini terutama terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat dan peternakan,” kata Agus.
Secara nasional, NTP pada Februari 2026 tercatat sebesar 125,45 atau mengalami peningkatan 1,50 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dengan demikian, posisi NTP Aceh masih sedikit berada di bawah rata-rata nasional.
Lebih lanjut, Agus merinci bahwa Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Februari 2026 tercatat sebesar 154,72 atau mengalami penurunan 0,14 persen dibandingkan Januari 2026.
“Komoditas yang menjadi penyumbang utama penurunan Indeks Harga yang Diterima Petani antara lain gabah, kakao atau cokelat biji, dan cabai rawit,” ujar Agus.
Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) pada Februari 2026 tercatat sebesar 123,56 atau turun 0,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan Ib terutama dipengaruhi oleh turunnya harga sejumlah komoditas konsumsi dan produksi.
“Komoditas yang dominan menyumbang penurunan Indeks Harga yang Dibayar Petani adalah bawang merah, telur ayam ras, dan cabai rawit,” katanya.
Secara umum, meskipun terjadi penurunan pada indeks harga yang diterima maupun yang dibayar petani, NTP Aceh tetap mencatatkan kenaikan tipis karena penurunan Ib lebih dalam dibandingkan penurunan It pada beberapa subsektor tertentu.
BPS Aceh menyatakan akan terus memantau perkembangan harga di tingkat pedesaan sebagai indikator kesejahteraan petani, terutama dalam menghadapi dinamika harga komoditas pertanian ke depan.[]










