Selasa, April 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

KSSK Pastikan Stabilitas Keuangan Terjaga di Tengah Gejolak Global

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (29/07/2025) - 16:17 WIB
in NASIONAL
0
KSSK Pastikan Stabilitas Keuangan Terjaga di Tengah Gejolak Global

JAKARTA – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan bahwa stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga pada triwulan II 2025, meski ketidakpastian global masih tinggi akibat ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS).

Dalam Rapat Berkala KSSK III Tahun 2025 yang digelar pada 25 Juli lalu, seluruh anggota KSSK sepakat untuk memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan guna menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami melihat kondisi stabilitas sistem keuangan saat ini tetap terjaga dengan baik, namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan di tengah dinamika global yang masih tidak menentu,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku Ketua KSSK dalam siaran pers, Senin (28/7/2025).

Menteri Keuangan juga menekankan pentingnya respons kebijakan yang tepat dan terkoordinasi untuk mengantisipasi dampak eksternal terhadap perekonomian domestik.

Ia menyebut bahwa kesepakatan penurunan tarif resiprokal AS terhadap Indonesia dari 32% menjadi 19% menjadi peluang besar bagi sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, dan furnitur.

Pertumbuhan Ekonomi Masih Kuat

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh sekitar 5,0% pada tahun 2025, dengan didukung oleh konsumsi masyarakat, kinerja ekspor, serta peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 5,25% pada Juli 2025, sebagai langkah mendukung pertumbuhan ekonomi. Kami juga terus melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,” jelas Perry.

Ia menambahkan, penguatan nilai tukar Rupiah pada akhir Juni 2025 hingga Rp16.235 per dolar AS adalah hasil dari bauran kebijakan yang konsisten, intervensi pasar, serta meningkatnya arus modal asing.

Inflasi Rendah, APBN Jadi Penopang

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang terkendali di angka 1,87% (yoy) pada Juni 2025 menjadi indikator kuatnya daya beli masyarakat.

Menurutnya, pasar keuangan domestik juga menunjukkan perbaikan, di antaranya dengan penguatan IHSG serta meningkatnya minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN).

“Stabilitas sektor jasa keuangan tetap kuat. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan di atas 25%, dan kredit perbankan tumbuh sehat sebesar 7,77% yoy,” ujar Mahendra.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa pihaknya akan terus menjaga cakupan penjaminan simpanan sebagai upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perbankan nasional.

“Hingga Juni 2025, 99,94% rekening bank umum dijamin seluruh simpanannya oleh LPS. Ini menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan,” kata Purbaya.

Stimulus dan Program Prioritas

APBN 2025 turut berperan sebagai instrumen countercyclical. Pemerintah menyalurkan paket stimulus ekonomi sebesar Rp24,4 triliun pada triwulan II 2025, mencakup bantuan sosial tambahan, subsidi upah, diskon transportasi, dan insentif sektor industri padat karya.

“Salah satu upaya konkret adalah Program Makan Bergizi Gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembangunan Sekolah Rakyat yang langsung menyentuh masyarakat,” sebut Sri Mulyani.

Selain itu, Pemerintah juga memberikan investasi nonpermanen sebesar Rp16,6 triliun kepada Perum Bulog guna memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung peningkatan produksi beras yang melonjak 13,2% secara tahunan.[]

Tags: ekonomiheadlineKemenkeuKSSKLPS
ShareTweetPin
Previous Post

2.848 KK di Sabang Terima Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah

Next Post

Pendaftaran Calon Anggota Badan BMA 2025-2030 Dibuka, Cek Disini!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Polda Aceh Limpahkan Dua Berkas Korupsi Beasiswa BPSDM ke JPU

Selasa (21/04/2026) - 15:54 WIB
BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

BSI Perkuat Transformasi Digital untuk Layanan Keuangan Syariah yang Aman dan Inklusif

Selasa (21/04/2026) - 15:50 WIB
Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Komunitas Pasar Jadi Garda Terdepan, BBPOM Aceh Tingkatkan Kapasitas Pengawasan

Selasa (21/04/2026) - 15:43 WIB
jemaah haji 2023

Asrama Haji Aceh Siap Sambut Jemaah, Fasilitas Hampir Rampung 98 Persen

Selasa (21/04/2026) - 15:33 WIB
Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.