Banda Aceh- Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) kembali mengadakan kegiatan akademik mengupas isu bisnis syariah di Aceh melalui seminar dan diskusi panel yang dihadiri oleh oleh dewan pakar Pusat Riset Kita Kreatif, para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan terkait, Rabu (15/05/2024).
Ketua Pusat Riset Kita Kreatif, Dr. T. Meldi Kesuma., S.E., MM., mengatakan acara yang bertajuk “Workshop Internasional Peningkatan Kualitas Pusat Riset Melalui Pengembangan Ekonomi Kreatif yang Inklusif” tersebut merupakan upaya Pusat Riset Kita Kreatif untuk berkontribusi dalam pengembangan bisnis syariah di Aceh.
Ia mengatakan, dalam upaya memperkuat kerjasama akademik dan memperluas wawasan di bidang Islamic social finance, Pusat Riset Kita Kreatif berkolaborasi dengan Unit Penerbitan dan Percetakan Universitas Syiah Kuala (USK Press) dalam menerima kunjungan istimewa dari Prof. Dr. Zahri Hamat dari Universiti College Bestari, sekaligus juga merupakan honorary lecturer di Universiti Sains Malaysia (USM).
Menurutnya diskusi tersebut adalah langkah awal untuk membangun sektor ekonomi kreatif yang terbuka dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak, baik pelaku usaha maupun masyarakat untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari aktivitas ekonomi kreatif dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah Islam.
Ia melanjutkan, dengan mengembangkan ekonomi kreatif yang inklusif berbasis syariah, dia berharap dapat menciptakan keadilan ekonomi, mendorong pertumbuhan usaha kreatif yang halal dan sesuai syariah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh dengan tetap mempertahankan nilai-nilai Islam.
“Kami merasa terpanggil untuk mengkaji lebih dalam isu-isu terkait bisnis syariah di Aceh. Aceh memiliki keunikan tersendiri dalam hal penerapan syariah Islam, termasuk dalam bidang ekonomi dan bisnis. Dengan menghadirkan para pakar dan pemangku kepentingan, kami berharap dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam pengembangan bisnis syariah di daerah ini. Beruntungnya, USK Press turut hadir untuk membantu mendistribusikan ide ini kepada khalayak ramai,” ujar Meldi.
Ahmad Nizam, Dewan Pakar Kita Kreatif mengatakan kunjungan tersebut merupakan langkah awal membangun kolaborasi internasional untuk penulisan book chapter yang akan memuat kasus-kasus terkini, terutama dalam konteks Islamic social finance.
Dia menuturkan dengan mengangkat topik yang menarik dan relevan, penulisan buku ini diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas, baik dari kalangan akademisi maupun praktisi.
“Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Prof. Zahri dan USM dalam proyek penulisan book chapter ini. Dengan menggabungkan keahlian dan perspektif dari kedua belah pihak, kami berharap dapat menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan literatur Islamic social finance,” ujar Ahmad Nizam, Dewan Pakar Kita Kreatif.
Dalam penulisan buku tersebut, Prof Zahri mengimbau agar pemilihan topik dilakukan secara umum sehingga keilmuan dapat dijangkau oleh banyak penulis dan pembaca. Dengan demikian, ujarnya buku tersebut tidak hanya akan menjadi sumber informasi yang berharga bagi akademisi dan peneliti, tetapi juga bagi praktisi bisnis syariah dan masyarakat umum yang tertarik dengan topik tersebut.
“Kolaborasi internasional ini sangat mungkin dilakukan, terutama dalam book chapter. Penulisan buku diusahakan harus memuat kasus terkini, seperti di Malaysia, sedang focus ke Islamic social finance,” ujarnya.
Menurutnya untuk trend Islamic finance, pemilihan nama harus general supaya keilmuan bisa dijangkau oleh banyak orang. Dia mengatakan kerjasama akan coba mereka perluas hingga ke Brunei Darussalam.










