Minggu, April 19, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Jerman: Uni Eropa Harus Bahas Larang Impor Gas Rusia

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (04/04/2022) - 08:25 WIB
in INTERNASIONAL
0
Petugas bekerja di antara pipa gas Nord Stream 2 di Lubmin, Jerman Utara, Selasa (15/2/2022). Nord Stream 2 adalah pipa gas alam sepanjan 1.230 kilometer di bawah Laut Baltik, membentang dari Rusia ke pantai Baltik, Jerman.

Sejauh ini Berlin masih menolak untuk memberlakukan embargo impor energi dari Rusia.

BERLIN — Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan Uni Eropa harus membahas larangan impor gas Rusia. Setelah pejabat Ukraina dan Eropa menuduh pasukan Rusia melakukan kejahatan di kota-kota sekitar Kiev.

“Harus ada responnya, kejahatan semacam ini tidak boleh dibiarkan tanpa jawaban,” kata Lambrecht dalam wawancaranya dengan stasiun televis ARD, Ahad (3/4/2022).

Sejauh ini Berlin masih menolak untuk memberlakukan embargo impor energi dari Rusia. Jerman mengatakan mereka dan sejumlah negara Eropa terlalu tergantung pada pasokan energi Rusia. Moskow memasok 40 persen gas yang diperlukan Eropa.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengulang sikap pemerintah. Di stasiun televisi ZDF ia mengatakan Jerman sedang mengurangi ketergantungannya pada pasokan energi Rusia tapi tidak dapat dapat langsung menghentikannya.

Tekanan pemerintah untuk mengambil langkah yang lebih radikal semakin menguat. Dalam unggahannya di Twitter, Lambrecht mengatakan menteri-menteri Uni Eropa harus mulai membahas larangan impor.

Uni Eropa sedang mengerjakan sanksi-sanksi tambahan untuk Rusia. Tapi Komisioner Ekonomi Paolo Gentiloni mengatakan langkah tambahan tidak berdampak pada sektor energi.

Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan dalam beberapa hari kedepan negara-negara Barat akan menyepakati sanksi tambahan pada Rusia. Sementara itu Ukraina sudah merebut kembali wilayah Kiev untuk pertama kalinya sejak Rusia melancarkan invasi pada 24 Februari lalu.

Walikota Bucha yang berhasil Ukraina rebut kembali usai pasukan Rusia mundur mengatakan sekitar 300 warganya tewas dibunuh pasukan Rusia sementara tentara Chechen menguasai kota yang terletak sekitar 37 kilometer itu dari Ibukota Kiev. Rusia membantah tentaranya membunuh warga sipil di Bucha.

Moskow mengatakan tidak ada warga yang menderita akibat kekerasan pasukan Rusia. Mereka mengatakan Ukraina yang sengaja memprovokasi dengan bantuan media Barat.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: invasi rusialarangan impor gas rusiamigas rusiauni eropa
ShareTweetPin
Previous Post

Citra Satelit Temukan Parit Panjang di Pemakaman Massal Ukraina

Next Post

DKI Bakal Kaji Wacana Investasi Pembuatan Pabrik Minyak Goreng

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dek Gam Persilahkan Pihak Lain Kelola Persiraja Banda Aceh

Dek Gam Tegaskan Laga Persiraja vs Garudayaksa Bukan Sekadar Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 22:49 WIB
Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Garudayaksa FC Fokus Redam Pergerakan Fitra Ridwan di Laga Tandang

Sabtu (18/04/2026) - 21:48 WIB
Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Sabtu (18/04/2026) - 21:42 WIB
5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

5.426 Jemaah Haji Aceh Berangkat dalam 14 Kloter, Ini Jadwalnya

Sabtu (18/04/2026) - 03:21 WIB
Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Besaran Otsus Aceh Masih Dibahas, Golkar Siap Dukung Hasil Kesepakatan

Jumat (17/04/2026) - 22:07 WIB
Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Menpar Widiyanti Tinjau Kesiapan Destinasi Super Prioritas Danau Toba

Jumat (17/04/2026) - 18:10 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.