Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Taliban Resmi Melarang Penanaman Opium

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (04/04/2022) - 00:21 WIB
in INTERNASIONAL
0
Petugas keamanan Afghanistan menghancurkan ladang opium di Noorgal, Provinsi Kunar, Afghanistan.

Afghanistan merupakan produsen opium terbesar di dunia.

KABUL — Pemerintah Taliban mengatakan akan melarang penanaman narkotik di Afghanistan. Negara itu merupakan produsen opium terbesar di dunia.


“Mulai dari dekrit ini pemimpin tertinggi Emirat Islam Afghanistan, memberitahu semua rakyat Afghanistan, mulai sekarang dilarang keras menanam opium di seluruh negeri,” kata perintah dari pemimpin tertinggi Taliban Haibatullah Akhundzada, Ahad (3/4).


“Bagi siapa pun yang melanggar dekrit, tanamannya akan segera dihancurkan dan pelanggarnya akan diperlakukan sesuai dengan hukum Syariah,” kata perintah yang diumumkan dalam konferensi pers Kementerian Dalam Negeri di Kabul.


Perintah itu mengatakan dilarang keras memproduksi, menggunakan atau memindahkan jenis narkoba lainnya. Masyarakat internasional menjadikan pengendalian narkoba sebagai tuntutan mereka pada kelompok yang merebut kekuasaan pada bulan Agustus tahun lalu dan sedang mencari pengakuan internasional.


Agar sanksi-sanksi terhadap Taliban yang sangat menghancurkan perekonomian Afghanistan dicabut. Sanksi-sanksi merusak sektor perbankan, bisnis dan pembangunan di negara itu.


Di Akhir masa kekuasaannya yang pertama pada awal 2000-an Taliban melarang penanaman opium saat mereka mencoba mendapatkan legitimasi internasional. Tapi menurut para pakar setelah mendapat penolakan keras dari masyarakat Taliban mengubah kembali sikap mereka.


Para petani dan anggota Taliban mengatakan beberapa bulan terakhir produksi opium Afghanistan meningkat tajam. PBB memperkirakan industri opium negara itu mencapai 1,4 miliar dolar AS pada tahun 2017 lalu.


Situasi ekonomi yang sangat buruk memaksa masyarakat di provinsi bagian selatan menanam tanam terlarang tersebut. Opium jauh lebih menguntungkan dibanding tanaman legal seperti gandum.


Sumber Taliban mengatakan pemerintah Afghanistan sudah mengantisipasi perlawanan keras dari sejumlah elemen yang menolak larangan penanaman opium. Beberapa bulan terakhir semakin banyak petani yang menanam opium.

Sumber: Republika

Tags: Afghanistanheadlineladang opiumopiumtaliban
ShareTweetPin
Previous Post

Bawaslu Kepri: Hak Pemilih tak Boleh Diwariskan dalam Kondisi Apapun

Next Post

Relawan Emak-Emak Tiga Daerah di Jateng Dukung 'RK' Jadi Capres

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Kamis (25/06/2026) - 13:52 WIB
ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

Selasa (23/06/2026) - 23:08 WIB
ANALISIS TARMIZI: PRANCIS LAWAN ARGENTINA KEMBALI DI FINAL 2026

ANALISIS TARMIZI: PRANCIS LAWAN ARGENTINA KEMBALI DI FINAL 2026

Selasa (23/06/2026) - 16:41 WIB
Revitalisasi dan Rehabilitasi Sekolah Bantu Murid dan Guru di Aceh Bangkit Pascabencana

Revitalisasi dan Rehabilitasi Sekolah Bantu Murid dan Guru di Aceh Bangkit Pascabencana

Selasa (23/06/2026) - 14:56 WIB
Gubernur Mualem Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Gubernur Mualem Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Selasa (23/06/2026) - 14:52 WIB
Sekda Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Sekda Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Selasa (23/06/2026) - 14:49 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.