BANDA ACEH | LENSA KITA – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyampaikan Pariwisata Kota Banda Aceh saat ini kembali menggeliat dengan meningkatnya jumlah pengunjung ke Kota Banda Aceh.
Aminullah mengatakan, Banda Aceh sendiri memiliki beragam destinasi wisata unggulan seperti Mesjid Raya Baiturraman, Kapal Apung, wisata kuliner Aceh yang khas, Kopi dan juga destinasi wisata realigi seperti; sejumlah makam para ulama tersohor, dan andalan wisata lainnya.
“Guna meningkatkan pariwisata di Kota Banda Aceh, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, menghimbau perlu adanya penyebaran informasi secara luas terkait destinasi pariwisata unggulan yang ada di Kota Banda Aceh,” kata Aminullah, Sabtu (21/5/2022).
Dalam kesempatan itu Walikota pun menyampaikan berbagai pencapain yang di raih Kota Banda Aceh selama masa kepemimpinannya yang membuat Kota Banda Banda Aceh semakin berkembang pesat.
Di samping itu, Plt Kadis Pariwisata Kota Banda Aceh, M Ridha, mengungkapkan jumlah kunjungan pariwisata Kota Banda Aceh terus meningkat. Pihaknya juga telah melakukan berbagai Event untuk menambah kunjungan para wisatawan di Kota Banda Aceh.
Sementara Kadis Koperasi dan Pedangangan Kota Banda Aceh, M Nurdin, mengatakan Kota Banda Aceh sangat di tentukan oleh kunjungan pariwisata yang memberikan dampak multiplier effect terutama bagi pertumbuhan ekonomi warga kota.
Di sisi lain kegiatan ekonomi di Banda Aceh pasca relokasi Pasar Peunayong ke Pasar Al Mahirah Lamdingin, merupakan salah satu cara pemko untuk menjadikan kawasan peunayong menjadi ikon wisata unggulan lainnya di Kota Banda Aceh.
“Beberapa minggu ke depan pembangunan lokasi wisata di situ akan mulai di kulakukan. Kemudian Rex Peunayong yang merupakan lokasi yang sangat legend di Banda Aceh akan segera di lakukan penataan ulang. “Ini akan menjadi lokasi wisata baru di Kota Banda Aceh,” katanya.
Terkait event yang menimbulkan polemik, kata Aminullah, pihak penyelenggaran event seharusnya lebih bijak dalam membuat kegiatan-kegiatan di Aceh khususnya Kota Banda Aceh. Karena dari awal Aceh memang merupakan daerah yang menerapkan Syariat Islam.
“Siapa pun yang di tampilkan di Aceh harus diberikan arahan dari awal agar tampilannya bernuansa islami dan ramah dengan syariat islam. Kita pernah menghadirkan penyanyi Gambus yaitu Nisa Sabyan, itu tidak ada polemik yang terjadi di kemudian hari. Bahkan yang mengikuti acara tersebut sampai ribuan orang,” ujarnya.
Menurut Aminullah pihak penyelenggara event harus menyampaikan kepada tamu yang di undang, bahwa di Kota Banda Aceh menerapkan syariat Islam. “ Siapun bisa datang ke Kota Banda Aceh, namun harus bernuansa islami. Jika dilakukan seperti demikian, saya yakini tidak ada masalah yang terjadi,” kata Aminullah.
Terkait Hotel atau tempat penginapan, kata Wali Kota, bukan hanya Banda Aceh yang kekurangan penginapan yang sempat menyebabkan para wisatawan harus tidur di tempat umum, namun di Kota Sabang pun mengalami hal serupa.
“Tidak mungkin dalam waktu seketika kita membuat hotel, dan kemarin itu pun kita tidak membuat larangan kepada para wisatawan yang tidur di tempat umum,” jelasnya.
Kendati demikian, berbagai investor memang sudah datang ke Banda Aceh untuk membuat sejumlah hotel, namun akibat Covid-19 dua tahun silam, hal tersebut harus di tunda.
“Isyaallah kita akan kembali mengundang Investor untuk bisa berinvestasi di Kota Banda Aceh,” jelasnya.










