BANDA ACEH | LENSA KITA – Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Aceh, Sulaiman, dikukuhkan sebagai Ketua Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Aceh periode 2022-2027.
Pemilihan tersebut berlangsung dalam rapat bersama pemilihan Ketua KSBN Aceh tahun 2022 dan pemilihan formatur yang dilaksanakan di Kyriad Muraya Hotel Banda Aceh, Kamis (19/5/2022).
Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPR Aceh ini unggul dengan perolehan suara 18 mengalahkan Yudi Ikhwan sebanyak 5 suara. Rapat pemilihan itu diikuti oleh seluruh perwakilan KSBN Kabupaten/Kota seluruh Aceh.
Dalam pemilihan demokratis ini, turut dihadiri langsung Ketua Umum Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Pusat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Hendardji Soepandji.
Dalam sambutannya, Hendardji menilai, memajukan kebudayaan memerlukan daya juang tinggi. Artinya, ini sama dengan membangun bangsa dan peradaban.
“Memang untuk memajukan itu perlu orang kuat. Budaya itu bukan hanya saja tarian atau kesenian semata, tapi juga kulinernya. Apalagi Aceh memiliki kuliner yang sangat enak sekali. Harus kita perjuangkan itu,” kata Mayor Jenderal TNI (Purn) Hendardji Soepandji.
Menurutnya, dibawah kepemimpinan Sulaiman, KSBN Aceh akan mampu mengakomodasi kepentingan para seniman dan budayawan di Tanah Rencong. Khususnya dalam mengembangkan kreasi dan inovasi di bidang seni budaya.
Selain itu, peranan Sulaiman juga diharapkan bisa merangkuk seluruh seniman dan budayawan. Apalagi Aceh merupakan sentral dari pusat peradaban Islam yang kental dengan implementasi syariat islam.
Sementara itu, Ketua KSBN Aceh terpilih, Sulaiman, mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas kepercayaan tersebut.
“Ini adalah amanah. Mohon dukungan dan partisipasi semua pihak. Sebab majunya seni dan budaya Aceh bukan karena Sulaiman, tapi karena peran semua pihak, ” ujar dia.
Sulaiman menyampaikan, setelah dirinya terpilih tidak ada lagi perbedaan dan kepentingan pribadi maupun kelompok dalam tubuh Seniman dan budayawan.
“Hilangkan ego sektoral, mari kita rangkul dan bergandengan tangan bersama memajukan seni dan budaya Aceh. Termasuk para stakeholder yang ada di Aceh. Harapan kita nantinya supaya Aceh memiliki kalender tetap pagelaran seni dan budaya,” pungkasnya.










