Kamis, Juli 30, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Seorang Warga AS dan 4 Pejabat China Didakwa sebagai Mata-Mata

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (19/05/2022) - 16:29 WIB
in INTERNASIONAL
0
Aksi spionase (ilustrasi).

Mereka memata-matai pembangkang China dan aktivis pro demokrasi yang tinggal di AS

WASHINGTON — Seorang warga negara Amerika Serikat (AS) dan empat petugas intelijen China telah didakwa sebagai mata-mata. Mereka memata-matai para pembangkang China, para pemimpin hak asasi manusia dan aktivis pro-demokrasi yang tinggal di Amerika Serikat.

Surat dakwaan menuduh Wang Shujun, dari Queens, New York, menggunakan statusnya dalam diaspora China dan komunitas pembangkang untuk mengumpulkan informasi tentang aktivis atas nama Kementerian Keamanan Negara (MSS) China. Departemen Kehakiman AS mengatakan, Wang (73 tahun) ditangkap pada 16 Maret.

Empat pejabat MSS, yang diidentifikasi sebagai Feng He, Jie Ji, Ming Li dan Keqing Lu, masih buron. Dakwaan itu dibuka pada Selasa (17/5) di pengadilan federal di Brooklyn.

Perwakilan Wang tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. Sementara Kedutaan China di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

“Dakwaan ini mengungkap operasi China yang mengancam keselamatan dan kebebasan warga negara China yang tinggal di Amerika Serikat, karena keyakinan dan pidato pro-demokrasi mereka,” kata Jaksa AS untuk Distrik Timur New York, Breon Peace.

Dalam dakwaan tersebut, Wang telah memberikan informasi kepada MSS setidaknya sejak 2011.  Pejabat MSS mengarahkan Wang untuk menargetkan aktivis pro-demokrasi Hong Kong, dan pendukung kemerdekaan Taiwan. Termasuk aktivis Uighur dan Tibet.

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: aktivis pro demokrasiintelijen chinamata mata chinamata-matapembangkang china
ShareTweetPin
Previous Post

Menteri LHK Targetkan Restorasi 108 DAS Kritis

Next Post

Kasus PD3I Meningkat, Pemerintah Canangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Mualem Tunjuk Wan Malaya sebagai Pj Ketua PA Nagan Raya, KPA Minta Kader Tetap Solid

Mualem Tunjuk Wan Malaya sebagai Pj Ketua PA Nagan Raya, KPA Minta Kader Tetap Solid

Rabu (29/07/2026) - 22:11 WIB
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026

1 Agustus di Monas Ada Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum

Rabu (29/07/2026) - 17:49 WIB
Sekda Nasir Silaturahmi dengan Kapolda Aceh

Sekda Nasir Silaturahmi dengan Kapolda Aceh

Rabu (29/07/2026) - 17:47 WIB
Wagub Aceh Safari ke Sejumlah Dayah, Perkuat Silaturahmi dengan Ulama

Wagub Aceh Safari ke Sejumlah Dayah, Perkuat Silaturahmi dengan Ulama

Rabu (29/07/2026) - 17:45 WIB
Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia dari Aceh Utara ke Lhokseumawe

Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia dari Aceh Utara ke Lhokseumawe

Rabu (29/07/2026) - 17:41 WIB
Kontes Kakao Sabang 2026 Diharapkan Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah

Kontes Kakao Sabang 2026 Diharapkan Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah

Rabu (29/07/2026) - 17:37 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.