BANDA ACEH | LENSA KITA – Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh, Nahrawi Noerdin, mengatakan calon ketua umum Kamar Dagang dan Isudtri (Kadin) Aceh terpilih harus mampu menjadi lokomotif pembangunan perekonomian di Aceh.
“Kadin kedepan harus dipimpin oleh orang yang benar-benar mampu melihat potensi ekonomi kita dan memiliki ide-ide kreatif yang inovatif untuk memanfaatkannya,” kata Nahrawi Noerdin yang akrap disapa Toke Awi, Senin (9/5/2022).
Toke Awi menyampaikan, calon ketua umum Kadin Wilayah Aceh kedepan harus memiliki niat dan keinginan yang kuat untuk memajukan dan mensejahterakan Aceh, khususnya dunia usaha di Tanah Rencong.
Dia menuturkan, sosok Ketua Kadin tersebut harus mampu mendorong semua pelaku usaha di Aceh untuk dapat mengembangkan diri dan adaptif terhadap perubahan global.
“Kalangan pengusaha di Aceh berharap ketua umum terpilih Kadin dan jajaran pengurusnya nanti benar-benar memiliki kemampuan dan keinginan kuat untuk membangun ekonomi Aceh ke arah yang lebih baik,” ungkap Toke Awi.
Menurut Owner D’Energy Cafe, Aceh Besar ini, calon ketua umum Kadin Aceh sebaiknya dipimpin oleh sosok yang benar-benar memiliki jiwa entrepreneur. Hal ini tentu merupakan kerja besar bagi calon yang bakal memimpin Kadin kedepan.
“Karenanya kita butuh sosok entrepreneur sejati yang berpengalaman dan memiliki jaringan bisnis luas,” katanya.
Toke Awi menjelaskan, membangun Aceh tidak bisa sendirian dan hanya berharap pada anggaran pemerintah. Membangun Aceh butuh kerjasama dengan kalangan investor dan pebisnis nasional, bahkan manca negara.
“Jadi sosok yang bakal memimpin Kadin memang harus punya kapasitas untuk itu. Bukan yang cilek-cilek dan hanya berfikir untuk menggarap proyek-proyek yang dianggarkan pemerintah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Toke Awi menambahkan, Kadin kedepan harus benar-benar menjadi rumah bagi pelaku usaha di Aceh. Dimana Kadin mesti menjadi wadah yang menampung dan mengayomi semua pelaku usaha di Aceh.
“Kadin harus peduli dan memperjuangkan solusi bagi permasalahan yang dihadapi pelaku usaha. Wajah kadin jangan eksklusif tapi harus inklusif, sehingga mampu menggerakkan semua potensi,” ucap Toke Awi.










