Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

WALHI Sebut Aceh Terancam Darurat Ekologis

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (24/01/2024) - 18:43 WIB
in DAERAH
0
WALHI Aceh

Pemaparan catatan kerusakan alam di Aceh oleh WALHI. (Tony/Lensakita.com)

Banda Aceh- SK Nomor 580/MENLHK/SETJEN/SET.1/12/2018 kawasan hutan lindung di Aceh berjumlah 1.783.064 hektar. Angka tersebut meningkat dari tahun 2015 yang berjumlah 1.744.240 hektar. Namun WALHI menyebut Aceh terancam darurat ekologis.

Upaya perbaikan hutan Aceh belum jadi prioritas di ruang publik, sedangkan total deforestasi selama 8 tahun terakhir seluas 130. 743 hektar. Pernytaan tersebut dikatakan Ahmad Shalihin, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Aceh, Rabu (24/01/2024).

Ia mengatakan butuh waktu selama 171 tahun untuk mengembalikan tutupan yang rusak, itu pun jika tidak terjadi lagi deforestasi di tahun 2023 hingga tahun-tahun berikutnya.

“Meskipun ada penurunan deforestasi pada 2020 – 2021 sebesar 61,17 persen, namun pemerintah tidak mampu pertahankan. Karena deforestasi pada 2021-2022 kembali naik sekitar 3,78 persen, yaitu  bertambah 355 hektar, menjadi 9.383 hektar pada 2022,” ujar Ahmad Shalihin.

Ditambah lagi menurutnya permasalahan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang masih menjadi masalah klasik di Aceh, yang tragisnya berada dalam Daerah Aliran Sungai (DAS), hutan lindung, dan Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).

Ia merinci PETI tersebar di 7 Kabupaten di Aceh, di antaranya Kab. Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Tengah, dan Pidie.

Data yang dihimpun WALHI menyebut PETI yang dilakukan sudah menggunakan peralatan canggih serta alat berat. WALHI mencatat 3.500 hektar pertambangan ilegal tersebar di tujuh kabupaten tersebut. Namun data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut 1.719,65 hektar. Selain itu, data Dinas ESDM hanya meliputi 6 kabupaten di Aceh.

WALHI megungkapkan bahwa separuh dari luasan PETI berada di Kabupaten Nagan Raya, yaitu seluas 1.930,76 hektar atau sekitar 55,80 persen. Lalu Aceh Barat 38,14 persen dengan luasan 1.359,53 hektar di peringkat kedua dan ketiga Kabupaten Pidie seluas 136,35 hekar atau 3,95 persen dari total PETI 3.500 hektar lebih.

Berbagai bencana alam dan konflik satwa disinyalir sebagai dampak dari kerusakan yang terjadi dalam kawasan hutan. Banjir dan konflik satwa menjadi dua di antaranya. WALHI mencatat kerugian negara pun meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

“Akibat degradasi hutan dan rusaknya DAS telah berdampak terjadi bencana hidrologi, terlebih Aceh Tenggara memiliki riwayat bencana banjir bandang yang cukup parah. Ditambah lagi kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Alas Singkil yang rusak parah saat ini, menduduki peringkat pertama di Aceh DAS yang harus diperbaiki,” tulis WALHI.

WALHI Aceh, menilai, kabupaten yang sering banjir merupakan daerah yang tingkat kerusakan hutannya masif. Secara alami, setiap akhir tahun intensitas hujan di Aceh memang tinggi, tetapi karena kondisi lingkungan yang kritis, memicu bencana, baik banjir bandang, banjir dan longsor.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) jumlah bencana di Aceh menurun sepanjang 2023 sebanyak  418 kali dibandingkan 2022 lalu 469 kejadian. Namun kerugiannya justru meningkat 28 persen.

Selama tiga tahun ini (2021-2023), trennya kerugiannya terus meningkat. Pada 2021 lalu kerugiannya Rp 235 miliar naik 30 persen pada 2022 menjadi Rp 335 miliar dan terus meningkat pada 2023 lalu menjadi Rp 430 miliar.

Berikut rincian kerugian negara dalam beberapa bencana yang terjadi di Aceh dari tahun 2019-2023.

-Kebakaran Rp81,240 M
-Banjir Rp57,825 M
-Kebakaran hutan-lahan Rp35,312 M
-Longsor Rp2,170 M
-Angin Puting beliung Rp16,775 M
-Banjir bandang Rp2 M
-Abrasi Rp500 Juta

“Praktik investasi harus berorientasi pada pemulihan krisis, menekankan keselarasan dan kesatuan antara aspek Ekonomi, Sosial dan Ekologi,” pungkas Ahmad Shalihin. (Tony/Lensakita.com)

 

Tags: acehdaruratekologisheadlinewalhi
ShareTweetPin
Previous Post

Bank Aceh Raih Peringkat idA+ Pefindo, Terbaik Sepanjang 1 Dekade Terakhir

Next Post

Sejumlah Panyakit Kulit dan Pernapasan Mulai Menyerang Pengungsi Rohingya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Pemerintah Aceh Gelar Operasi Pasar Tanggap Inflasi di Lima Daerah Jelang Idulfitri

Gubernur Aceh Surati BPJS, Minta Akses Kepesertaan JKA Segera Dibuka

Rabu (20/05/2026) - 22:48 WIB
Kemenag Aceh Besar Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Kemenag Aceh Besar Ajak Generasi Muda Perkuat Literasi Digital pada Harkitnas 2026

Rabu (20/05/2026) - 22:43 WIB
Wagub Aceh Temui Mensos, Usulkan Tambahan PBI JK untuk 331 Ribu Warga

Wagub Aceh Temui Mensos, Usulkan Tambahan PBI JK untuk 331 Ribu Warga

Rabu (20/05/2026) - 22:37 WIB
UIN Ar-Raniry Deklarasi Anti Kekerasan Seksual di Momentum Harkitnas 2026

UIN Ar-Raniry Deklarasi Anti Kekerasan Seksual di Momentum Harkitnas 2026

Rabu (20/05/2026) - 22:34 WIB
Menteri Agama Akan Lantik 668 CPNS Kemenag Aceh Jadi PNS

Menteri Agama Akan Lantik 668 CPNS Kemenag Aceh Jadi PNS

Rabu (20/05/2026) - 22:31 WIB
‎Gubernur Aceh Hadiri Paripurna DPRA Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025

‎Gubernur Aceh Hadiri Paripurna DPRA Penyampaian Rekomendasi LKPJ 2025

Rabu (20/05/2026) - 22:25 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.