Banda Aceh– Sejumlah penari pada pagelaran Bhayangkara Fest 2024 di Aceh tak mendapatkan upah layak, sempat dijanjikan mendapat upah tinggi namun tak kunjung teralisasikan, Sabtu (27/7/2024).
Pada pagelaran yang berlangsung pada 5 sampai 8 Juni 2024 lalu, mereka menampilkan beberapa tarian tradisional dan kreasi salah satunya adalah tarian massal yang menghimpun banyak penari dari berbagai sanggar yang ada di Aceh.
Seorang penari, NB, mengatakan dirinya merasa upah yang diterima jauh dari kata cukup. Terlebih dirinya melakukan latihan selama tiga bulan dan menampilkan beberapa jenis tarian selama pagelaran berlangsung.
“Persiapan selama tiga bulan dari April, saya juga tampil di beberapa tarian lain selama kegiatan dan mendapat bayaran Rp400 ribu,” ungkapnya kepada Lensakita.com, Sabtu (27/7/2024).
NB juga mengaku selama latihan pementasan konsumsi yang mereka dapatkan kurang. Ia mengatakan para penanggungjawab latihan mengimbau penari untuk membawa tumbler air minum, namun tak pernah mereka sediakan galon air isi ulang.
“Bawa tumbler namun tidak bisa refill, apalagi snack dan lainnya,” pungkasnya.
Penari lain juga mengungkapkan hal yang sama, GA, mengatakan semula dirinya sangat bersemangat menjalani latihan untuk pembukaan Bhayangkara Fest 2024. Namun seusai pagelaran, dia merasa kecewa dengan upah yang diberikan.
“Tiga bulan penuh anak-anak (para penari) latihan dengan penuh semangat untuk persiapan open seremoni HUT Bhayangkara, namun berujung mengecewakan” ungkapnya.
GA mengatakan pada awal perekrutan, dirinya dijanjikan upah sebesar Rp500 ribu. Namun seiring dengan pelatihan berlangsung mendekati pementasan ada isu kenaikan menjadi Rp800 ribu.
“Karena itu latihan pun menjadi sangat ekstra, para penari tidak diberi minum, serta untuk shalat pun hanya diberi waktu 8 menit,” imbuhnya.
Lebih mendalam GA mengatakan, kekecewaannya terjadi saat pembagian upah seusai pagelaran, dirinya hanya mendapat setengah dari yang dijanjikan saat perekrutan. Terlebih dirinya juga mengetahui pembayaran juga tak sama rata.
“Ketika acara selesai digelar kami hanya dibayar Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per penari,” ungkapnya. (Charil Aqsha/Lensakita.com)










