Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Tersengat Listrik, Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Jaya

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (13/04/2025) - 20:20 WIB
in DAERAH
0
Tersengat Listrik, Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Jaya

#image_title

 

  • Satu individu gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati akibat tersengat listrik di Desa Aleu Jang, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Rabu (9/4/2025).
  • Data BKSDA Aceh menunjukkan, pada 2024 ditemukan 10 gajah mati. Sementara, dari Januari-April 2025, ada dua gajah mati.
  • Sebelumnya, pada Sabtu (1/2/2025), satu individu gajah liar mati di Kecamatan Julok Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Gajah betina delapan tahun ini sempat dirawat tim BKSDA Aceh dan lembaga mitra karena sakit.
  • Gajah sumatera merupakan satwa liar dilindungi di Indonesia. Merujuk IUCN Red List of Threatened Species, mamalia besar yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Kritis, berisiko tinggi punah di alam liar.

 

Satu individu gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati akibat tersengat listrik di Desa Aleu Jang, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Aceh, Rabu (9/4/2025).

Ujang Wisnu Barata, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, membenarkan kejadian tersebut.

“Lokasi kematian sekitar satu kilometer dari permukiman penduduk atau di area persawahan,” terangnya, Kamis (10/4/2025).

Tim BKSDA bersama personel Kepolisian Resor Aceh Jaya telah melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah jantan yang diperkirakan berusia 25 tahun tersebut.

“Tujuannya, untuk pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab kematian satwa dilindungi ini. Diduga, akibat sengatan listrik.”

Data BKSDA menunjukkan, pada 2024 ditemukan 10 gajah mati. Sementara, dari Januari-April 2025, ada dua gajah mati.

“Kami mengimbau warga untuk menjaga kelestarian gajah sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitatnya, serta tidak menangkap, melukai, terlebih membunuh.”

Warga juga dilarang menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup ataupun mati.

“Juga, tidak memasang jerat ataupun racun yang dapat menyebabkan kematian gajah.”

Sebelumnya, pada Sabtu (1/2/2025), satu individu gajah liar mati di Kecamatan Julok Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Gajah betina delapan tahun ini sempat dirawat tim BKSDA dan lembaga mitra karena sakit.

“Sejumlah luka di tubuh, menjadi sebab kematiannya,” jelas Ujang.

Baca: Gajah Sumatera Mati Lagi Akibat Tersengat Listrik

 

Gajah ini mati akibat tersengat aliran listrik di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, tahun 2017 lalu. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Ansari, warga Pasie Raya, mengatakan gajah tersebut ditemukan mati oleh warga yang kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan penegak hukum.

“Dikarenakan arus listrik yang dipasang di kebun masyarakat,” terangnya, Jumat (11/4/2025).

Sebagian besar petani di Pasie Raya memasang pagar listrik. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi hama babi yang sering merusak tanaman.

“Kami belum mendapatkan solusi untuk menjaga tanaman dan juga padi di sawah yang sering dirusak babi. Sejak sawit meluas di Aceh Jaya, kebun kami sering didatangi gajah,” paparnya.

Baca juga: Tersengat Listrik, Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Kebun Warga Pidie Jaya

 

Gajah jantan ini mati akibat tersengat listrik di areal kebun warga Desa Aki Neungoh, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa [20/2/2024]. Foto: Dok. BKSDA Aceh

 

Konflik manusia dengan gajah sumatera

Crisdayanti Sutanto dan Malia Zuhra, dalam tulisan “Perlindungan Gajah Sumatera di Aceh Berdasarkan Konvensi Tentang Keanekaragaman Hayati 1992” di jurnal Reformasi Hukum Trisakti (2023), menjelaskan satu penyebab utama gajah sumatera terancam punah akibat habitatnya menjadi perkebunan sawit.

“Data Forum Konservasi Gajah menunjukkan, pada 1985 terdapat 44 daerah yang menjadi kantong gajah, namun menyusut menjadi 25 daerah pada 2007. Di 25 daerah ini, hanya 12 area yang dihuni gajah dengan populasi di atas 50 individu.”

Habitat tersebut adalah Taman Nasional Gunung Leuser dan Ulu Masen (Aceh), Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (Jambi), Taman Nasional Tesso Nilo (Riau), Suaka Margasatwa Padang Sugihan (Sumatera Selatan), Bengkulu, serta Way Kambas dan Bukit Barisan Selatan (Lampung).

“Pada 2012-2017, ada 262 kasus konflik antara manusia dan gajah di Aceh yang menyebabkan 11 orang terluka dan 8 meninggal. Sementara, pada jangka waktu yang sama ada 68 individu gajah yang mati dengan rincian 45 individu mati karena konflik, 14 karena perburuan liar, dan 9 akibat kematian alami,” jelas laporan tersebut.

Di Aceh, konflik terjadi di 19 kabupaten/kota. Kabupaten dengan jumlah konflik tertinggi adalah Aceh Timur (47 konflik), Aceh Jaya (44 konflik), dan Pidie (33 konflik).

Gajah sumatera merupakan satwa liar dilindungi di Indonesia. Merujuk IUCN Red List of Threatened Species, mamalia besar yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Kritis, berisiko tinggi punah di alam liar.

 

Bahaya Pagar Listrik, Sangat Mengancam Keselamatan Satwa Liar dan Manusia

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Proyek Patimban Bebani Warga Pesisir Jawa Barat

Next Post

Komnas HAM: Evaluasi Proyek Pangan dan Energi Merauke

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Jumat (26/06/2026) - 22:33 WIB
Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Jumat (26/06/2026) - 17:29 WIB
Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Jumat (26/06/2026) - 17:25 WIB
Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Jumat (26/06/2026) - 17:22 WIB
Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Kamis (25/06/2026) - 13:52 WIB
ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

Selasa (23/06/2026) - 23:08 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.