Sabtu, Juni 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Sosok Kartini Masa Kini bagi Futri Zulya

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (22/04/2022) - 00:52 WIB
in NASIONAL
0
Futri Zulya mengidolakan Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti sebagai sosok Kartini di era modern.

Isu perempuan dan anak masih perlu banyak perhatian di negeri ini

JAKARTA — Hari Kartini yang jatuh tepat di 21 April, memiliki makna tersendiri bagi seorang Futri Zulya. Terlebih putri pertama Wakil Ketua MPR, Zulkifli Hasan, itu sangat menaruh perhatian lebih pada isu-isu seputar perempuan dan anak.

Bagi Futri, sosok Kartini di era modern tak hanya dapat dipetik dari tokoh perempuan dalam negeri. Bahkan perempuan-perempuan hebat dari berbagai negara bisa mewakili sosok pandangan Kartini saat ini.

Salah satunya Michelle Obama. Buat Futri, Michelle Obama juga layak disandingkan dengan Kartini di era modern. Tak hanya sebagai istri mantan presiden negara adidaya, Michelle juga dinilai cerdas dan mampu mengimbangi Obama saat menjabat sebagai presiden.

Untuk dalam negeri, Futri mengagumi sosok menteri dan mantan menteri di era Pemerintahan Joko Widodo yakni Sri Mulyani dan Susi Pudjiastuti. “Bu Sri Mulyani dan Bu Susi itu menurut saya Kartini di era sekarang. Mereka luar biasa, perempuan yang strong, dan pintar,” ujar Futri saat ditemui usai peluncuran buku terbarunya bertajuk Rantau, Kamis (21/4/2022).

Ketertarikan Futri pada dunia perempuan dan anak pada dasarnya sudah ada sejak dulu. Makanya saat berbisnis pun bidang yang ia pilih tak jauh dari soal perempuan dan anak. Terlebih saat sudah punya anak, perihal pendidikan anak juga jadi perhatiannya.

“Aku akhirnya buat sekolah anak, awalnya PAUD dari aku sewa ruko muridnya cuma sembilan. Sekarang sekolahnya sudah sampai jenjang SD dan ada ratusan anak,” ungkapnya.

Tak hanya sekolah komersil, Futri atas inisiatif sang ayah, juga mendirikan sekolah gratis di Lampung Selatan. Awalnya sang ayah ingin anak-anak di Lampung punya kesempatan mendapat pendidikan yang baik tanpa biaya. Akhirnya dibuatlah SMA Kebangsaan, dengan menerapkan proses seleksi masuk, mereka yang berhasil lolos seleksi akan mendapat beasiswa alias sekolah gratis.

Kini setelah sekian lama berkecimpung di dunia bisnis, Futri mulai mengikuti jejak sang ayah dan adiknya yang lebih dulu terjun ke dunia politik. Futri mengatakan ketertarikannya pada dunia politik juga berlandaskan kepeduliannya pada isu perempuan dan anak. Ia ingin lebih bermanfaat bagi banyak orang dengan terjun ke dunia politik.

“Memang di bisnis kita bisa juga memberi impact ke banyak orang dengan memberi lapangan pekerjaan. Tapi dengan politik, impactnya bisa lebih besar karena bisa menghasilkan kebijakan yang mempengaruhi lebih banyak orang,” ujarnya.

Apalagi menurutnya isu perempuan dan anak masih perlu banyak perhatian di negeri ini. Futri pun sangat mengapresiasi disahkannya UU terkait TPKS kemarin di DPR. Menurutnya ini merupakan langkah menggembirakan. Sebab hingga saat ini isu kekerasan seksual dan KDRT masih sering terpinggirkan.


“Banyak korban KDRT dan kekerasan seksual belum terjamah, boro-boro mau lapor, kadang laporannya ditolak. Aku concern banget di situ dan di politik ada jalannya,” kata ibu dua anak tersebut.

Menurutnya sebagai perempuan harus menjadi sosok yang tangguh. Sebab perempuan dalam unit terkecil masyarakat itu ibaratnya menjadi tiang atau pondasi. “Kalau ibunya rontok satu keluarga rontok. Makanya saya harap perempuan indonesia stay strong, tetap berkarya, tapi tetap tak melupakan kodratnya,” tutup Futri.

Sumber: Republika

Tags: futri zulyaisu perempuan dan anakkartini modern
ShareTweetPin
Previous Post

Merdeka Institute: Elektabilitas Prabowo Makin Tinggi Jika Manfaatkan Medsos

Next Post

JIS Tampung Hingga 8.000 Jamaah Shalat Idul Fitri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Perluasan Basis Pajak Harus Dimulai dari Memulihkan Keadilan

Jumat (26/06/2026) - 22:33 WIB
Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Membongkar Ilusi Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Perluasan Basis Pajak

Jumat (26/06/2026) - 17:29 WIB
Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Arsitektur Perluasan Basis Pajak di Altar Ketidakpastian Global

Jumat (26/06/2026) - 17:25 WIB
Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Perluasan Basis Pajak sebagai Proyek Keadilan, Bukan Sekadar Proyek Fiskal

Jumat (26/06/2026) - 17:22 WIB
Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Kamis (25/06/2026) - 13:52 WIB
ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

Selasa (23/06/2026) - 23:08 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.