Minggu, September 27, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Siapa Lucy Letby Pembunuh Berantai Terproduktif pada Era Modern Inggris?

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (22/08/2023) - 10:57 WIB
in INTERNASIONAL
0
Lucy Letby, Pembunuh Berantai Bayi Paling Keji

#image_title

LONDON — Pengadilan menetapkan hukuman bagi perawat Inggris Lucy Letby dengan penjara seumur hidup pada Senin (21/8/2023). Dia membunuh tujuh bayi dan mencoba membunuh enam bayi lainnya di di unit neonatal rumah sakit Countess of Chester di Inggris utara selama 13 bulan sejak 2015.

Berikut detail tentang Letby dan kasus yang menjeratnya.

Siapa Lucy Letby?

Letby berusia 33 tahun dan lahir di Hereford di Inggris tengah. Dia menyelesaikan gelar keperawatan di Chester University barat laut Inggris. Setelah memenuhi syarat, dia mulai bekerja di unit neonatal di Rumah Sakit Countess of Chester di kota itu.

 

Apa kasus yang menjerat Lucy Letby?

Selama 18 bulan sejak Januari 2015, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah bayi yang meninggal dan menderita kolaps parah di unit neonatal Rumah Sakit Countess of Chester. Dokter senior menjadi khawatir karena banyak bayi yang kondisinya memburuk secara tiba-tiba dan tidak terduga, dan kemudian tidak memberikan respons terhadap resusitasi yang tepat.

Sedangkan bayi-bayi lain, yang tiba-tiba pingsan dan tidak mati, pulih. Namun mereka rentan dan pemulihannya menentang norma medis yang biasa.

Polisi dan ahli medis dipanggil dan saat sedang mencari penyebab fenomena tersebut. Namun, mereka fokus pada satu faktor yang sama, yaitu Lucy Letby.

Letby pertama kali ditangkap pada Juli 2018, kemudian ditangkap lagi pada Juni 2019 dan November 2020 ketika didakwa membunuh tujuh bayi dan mencoba membunuh 10 bayi lainnya antara Juni 2015 dan Juli 2016.

Apa yang Didakwakan kepada Letby?

Jaksa mengatakan, Letby menyerang 17 bayi yang berada di bangsal. Beberapa korban dikatakan telah keracunan insulin. Sebagian besar dakwaan terhadap Letby adalah penyuntikkan udara ke aliran darah atau perut bayi, hingga memberi mereka susu berlebihan.

Korban Letby termasuk anak kembar dua dan kembar tiga. Dalam satu kasus, dia membunuh dua saudara kandung dalam beberapa hari berturut-turut. Bayi bungsu yang dia bunuh baru berumur satu hari. Korban bayi tertua berusia 11 minggu, seorang bayi perempuan yang dia serang empat kali sebelum berhasil membunuhnya.

Meskipun bayi-bayi tersebut lahir prematur, beberapa bayi dianggap dalam kondisi wajar atau baik sebelum kondisinya tiba-tiba memburuk, terutama pada shift malam saat Letby sedang bekerja. Dia menyerang sejumlah bayi tidak lama setelah orang tua korban meninggalkan tempat tidur.

Letby membantah melakukan kesalahan, justru menunjuk kesalahan kepada rumah sakit dan dokter yang bekerja di sana. Namun juri memvonisnya atas tujuh pembunuhan dan tujuh percobaan pembunuhan. Sebanyak dua dari hukuman percobaan pembunuhan merujuk pada bayi yang sama. Namun dia dibebaskan dari dua dakwaan percobaan pembunuhan, sementara para juri tidak dapat menyetujui enam dugaan serangan lainnya.

Mengapa Letby Menyerang Bayi?


 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: lucy letbypembunuh anak paling produktifpembunuh bayipembunuh bayi paling produktifpembunuh berantaipembunuh berantai bayipembunuh berantai di inggris
ShareTweetPin
Previous Post

Kebakaran di TPA Sarimukti, Diduga Karena Puntung Rokok

Next Post

Setelah 17 Tahun di Pengasingan, Mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra Pulang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Genting Perkuat Kolaborasi Pentahelix, BKKBN Aceh Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

Genting Perkuat Kolaborasi Pentahelix, BKKBN Aceh Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

Minggu (27/09/2026) - 16:23 WIB
Bullying Bukan Candaan, FH Gaungkan Pesan Stop Bullying di Milad USK ke-65

Bullying Bukan Candaan, FH Gaungkan Pesan Stop Bullying di Milad USK ke-65

Minggu (27/09/2026) - 16:14 WIB
Persiraja Pincang Jelang Hadapi Garudayaksa FC, Jaya Hartono Tetap Targetkan Tiga Poin

Persiraja Siapkan Pelatih Baru Usai Putus Kerja Sama dengan Jaya Hartono

Minggu (27/09/2026) - 16:07 WIB
YWHA Kembali Gelar Madrasah Lansia, Bekali Peserta Ilmu Agama hingga Persiapan Hari Tua

YWHA Kembali Gelar Madrasah Lansia, Bekali Peserta Ilmu Agama hingga Persiapan Hari Tua

Sabtu (26/09/2026) - 19:53 WIB
Festival Media Selat Malaka AJI 2026 Sukses Digelar di Batam dan Tanjungpinang

Festival Media Selat Malaka AJI 2026 Sukses Digelar di Batam dan Tanjungpinang

Sabtu (26/09/2026) - 15:14 WIB
BPKS, Bappenas dan ADB Matangkan Proyek Pariwisata Berkelanjutan Sabang

BPKS, Bappenas dan ADB Matangkan Proyek Pariwisata Berkelanjutan Sabang

Jumat (25/09/2026) - 21:54 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.