Kamis, Juli 16, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Shanghai Laporkan Kematian Pertama Covid-19 di Tengah Kebijakan Lockdown

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (18/04/2022) - 21:37 WIB
in INTERNASIONAL
0
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Xinhua, kelompok pertama pasien yang telah pulih dari COVID-19 meninggalkan rumah sakit darurat yang diubah dari Shanghai Convention & Exhibition Center of International Sourcing di Shanghai pada Sabtu, 9 April 2022.

 BEIJING — Otoritas Shanghai pada Senin (18/4/2022) melaporkan kematian pertama Covid-19 di tengah kebijakan lockdown yang cukup ketat. Ketiga orang yang meninggal adalah lansia dan memiliki penyakit yang mendasari seperti diabetes dan hipertensi.

Inspektur Komisi Kesehatan Shanghai, Wu Ganyu, mengatakan, ketiga lansia tersebut belum divaksinasi Covid-19. “Setelah memasuki rumah sakit, kondisi mereka semakin buruk dan mereka meninggal setelah upaya untuk menyelamatkan mereka tidak berhasil,” kata Wu.

Sebagian besar penduduk Shanghai menjalani lockdown selama minggu ketiga. Ini merupakan kebijakan China yang mengedepankan strategi nol Covid-19 untuk mengekang wabah. Pemerintah mendesak siapa pun yang mungkin terinfeksi Covid-19 untuk menjalani isolasi.

 

China pada Senin mencatat 23.362 orang dengan hasil tes positif virus korona. Sebagian besar dari mereka tidak menunjukkan gejala dan hampir semuanya di Shanghai.

 

Shanghai ini telah melaporkan lebih dari 300 ribu kasus sejak akhir Maret.  Shanghai mulai melonggarkan pembatasan minggu lalu, meskipun para pejabat telah memperingatkan bahwa kota itu tidak memiliki wabah yang terkendali.

 

Shanghai tampak tidak siap untuk menjalankan lockdown secara ketat. Penduduk setempat mengalami kekurangan makanan dan kebutuhan sehari-hari. Sementara puluhan ribu orang yang ditempatkan di bawah pengawasan medis, telah dipindahkan di fasilitas karantina yang penuh sesak. 

 

Fasilitas karantina itu tampak kotor karena tempat sampah yang meluap. Selain itu, makanan tidak memadai, dan tidak ada air panas untuk mandi. Siapa pun yang dites positif tetapi memiliki sedikit atau tanpa gejala, harus melakukan isolasi di fasilitas karantina.

 

Kekhawatiran telah meningkat tentang dampak ekonomi dari kebijakan garis keras pemerintah. Pertumbuhan ekonomi China naik tipis ke 4,8 persen. Kenaikan ini masih lemah dibandingkan tahun sebelumnya dalam tiga bulan pertama 2022, karena penguncian memangkas produksi di kota-kota industri besar.  

 

Dalam pertemuan yang digelar pada Senin, Wakil Perdana Menteri Liu He menjanjikan peningkatan pengeluaran untuk menstabilkan rantai pasokan. Termasuk memberikan dukungan keuangan bagi petugas kesehatan dan lainnya di garis depan pandemi.

 

Sementara Partai Komunis yang berkuasa telah mendesak langkah-langkah pencegahan yang lebih terarah. Pejabat lokal secara rutin mengadopsi peraturan ketat, mungkin karena takut dipecat atau dihukum karena wabah di wilayah mereka.

 

Di kota Wenzhou, yang hanya mencatat  sedikit kasus Covid-19, pihak berwenang memberikan hadiah hingga 50.000 yuan untuk informasi tentang orang-orang yang memalsukan status kesehatan mereka. China memiliki tingkat vaksinasi keseluruhan sekitar 90 persen, dengan tingkat vaksinasi yang rendah di kalangan lansia. 

 

Sejauh ini hanya 62 persen penduduk Shanghai di atas usia 60 yang telah divaksinasi. Beberapa ahli mengatakan, China perlu menaikkan tingkat vaksinasi di kalangan lansia sebelum dapat hidup dengan aman dengan virus corona. 

Sumber: Republika

Tags: kasus covid-19 chinalockdown chinalockdown shanghai
ShareTweetPin
Previous Post

Shanghai Laporkan Kematian Pertama  Covid-19 di Tengah Kebijakan Lockdown

Next Post

Ditawan Rusia Usai Bertempur Bela Ukraina, Ini Permohonan Warga Inggris

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Hikayat Dangderia Kembali Dipentaskan di Abdya, Upaya Menghidupkan Sastra Lisan Aceh

Hikayat Dangderia Kembali Dipentaskan di Abdya, Upaya Menghidupkan Sastra Lisan Aceh

Rabu (15/07/2026) - 14:43 WIB
Kemenag Aceh Dorong Madrasah Jadikan Matamuda Fondasi Pembinaan Karakter

Kemenag Aceh Dorong Madrasah Jadikan Matamuda Fondasi Pembinaan Karakter

Senin (13/07/2026) - 16:19 WIB
Hari Pertama Matamuda, Kemenag Aceh Besar Ingatkan Larangan Perpeloncoan di Madrasah

Hari Pertama Matamuda, Kemenag Aceh Besar Ingatkan Larangan Perpeloncoan di Madrasah

Senin (13/07/2026) - 16:13 WIB
LPS Klaim Penjaminan Simpanan di Aceh Capai Rp46,79 Miliar

LPS Klaim Penjaminan Simpanan di Aceh Capai Rp46,79 Miliar

Senin (13/07/2026) - 16:07 WIB
Wali Kota Sabang Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Wali Kota Sabang Imbau Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Minggu (12/07/2026) - 16:54 WIB
PSSI Aceh Gratiskan Tiket Nonton Piala Soeratin U-17 hingga Final

PSSI Aceh Gratiskan Tiket Nonton Piala Soeratin U-17 hingga Final

Minggu (12/07/2026) - 16:52 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.