Banda Aceh – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H. Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal, mengajak seluruh masyarakat Aceh menjaga ukhuwah dan kebersamaan dalam menyambut bulan suci Ramadan, termasuk menyikapi potensi perbedaan dalam penentuan awal puasa.
Ajakan tersebut disampaikan Lem Faisal sebagai upaya memperkuat persatuan umat Islam di Aceh agar tetap harmonis meski terdapat perbedaan pandangan terkait awal Ramadan. Ia menegaskan pentingnya sikap saling menghargai dan menghormati demi menjaga kekompakan di tengah masyarakat.
“Kita berharap kepada seluruh masyarakat Aceh, khususnya yang berada di Aceh, dalam menyambut bulan puasa ini mari sama-sama kita menjaga ukhuwah dan kebersamaan,” kata Lem Faisal, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, perbedaan dalam penentuan awal berpuasa tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Ia menekankan bahwa mengikuti pengumuman pemerintah merupakan anjuran utama, namun toleransi tetap harus dikedepankan apabila terjadi perbedaan.
“Kita harus saling menghargai dan menghormati, terutama apabila ada perbedaan dalam penentuan awal berpuasa. Kebersamaan dan kekompakan itu sangat penting. Sekalipun yang dianjurkan adalah mengikuti pengumuman pemerintah, itu yang paling utama. Namun jika terjadi perbedaan, yang kami harapkan adalah tetap saling menghargai dan menghormati,” jelasnya.
Lebih lanjut, Lem Faisal mengingatkan bahwa Ramadan merupakan bulan yang memiliki keutamaan istimewa bagi umat Islam. Ia menyebut Ramadan sebagai sayyidul syuhur atau penghulu dari segala bulan, di mana setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.
“Tentu sebagai seorang Muslim, kita meyakini bahwa bulan Ramadan adalah sayyidul syuhur, penghulu dari segala bulan. Amal ibadah pada bulan ini diberikan keutamaan oleh Allah SWT,” ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau umat Islam agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri, khususnya dalam aspek spiritual.
“Jadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan menutupi kekurangan-kekurangan kita, terutama kekurangan rohaniah,” kata dia.
Ia juga mengingatkan pentingnya membersihkan hati selama Ramadan. Menurutnya, persoalan batin kerap tidak terlihat secara kasatmata, meskipun secara lahiriah seseorang tampak baik-baik saja.
“Terkadang secara zahir kita terlihat tidak memiliki masalah, tetapi hati kita sebenarnya bermasalah. Maka bulan puasa ini harus kita jadikan momen untuk membersihkan hati. Karena dengan hati yang bersih, insyaAllah hal-hal lainnya juga akan mengikuti,” ucap Lem Faisal.[]










