Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Rusia Diduga Bentuk Organisasi Khusus untuk Sebarnya Informasi Hoaks 

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (01/05/2022) - 12:17 WIB
in INTERNASIONAL
0
Hoax. Ilustrasi. Unit Reskrim Polsek Cipayung menangkap seorang pelaku terduga penyebar video hoaks viral di media sosial bernarasi seorang ibu melukai leher anaknya saat hendak dibangunkan sahur.

Rusia menargetkan politisi di sejumlah negara termasuk Inggris dan Afrika Selatan.

 LONDON — Kantor Luar Negeri Inggris pada Ahad (1/5/2022) mengatakan, Rusia membentuk organisasi khusus untuk menyebarkan disinformasi tentang perang di Ukraina, di media sosial. Rusia menargetkan politisi di sejumlah negara termasuk Inggris dan Afrika Selatan.


Temuan ini berdasarkan hasil penelitian para ahli yang didanai pemerintah Inggris, namun tidak dipublikasikan. Penelitian tersebut mengungkap kampanye disinformasi Kremlin, yang dirancang untuk memanipulasi opini publik internasional tentang invasi Rusia ke Ukraina. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan invasi dan merekrut simpatisan baru.  


“Kami tidak dapat membiarkan Kremlin  menyerang ruang online kami dengan kebohongan mereka tentang perang ilegal (Presiden Rusia Vladimir Putin). Pemerintah Inggris telah memperingatkan mitra internasional dan akan terus bekerja sama dengan sekutu dan platform media, untuk melemahkan operasi informasi Rusia,” kata Menteri Luar Negeri Inggris, Liz Truss.


Moskow telah membantah tuduhan negara-negara Barat tentang kampanye disinformasi, misalnya tuduhan Washington bahwa Rusia berusaha ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016. Inggris mengatakan penelitian menunjukkan Rusia menggunakan Telegram untuk merekrut dan mengoordinasikan pendukung baru, yang kemudian menargetkan profil media sosial kritikus Kremlin. Rusia mengirim spam kepada mereka dengan komentar yang mendukung Presiden Vladimir Putin dan operasi militer di Ukraina.


Di antara mereka yang menjadi target adalah menteri senior Inggris dan pemimpin dunia lainnya. Jejak operasi telah terdeteksi di delapan platform media sosial termasuk Telegram, Twitter, Facebook dan TikTok.


Rusia menyebut tindakannya di Ukraina sebagai “operasi khusus” untuk melucuti senjata dan melindunginya dari fasis. Ukraina dan Barat mengatakan tuduhan itu tidak berdasar, dan perang adalah tindakan agresi yang tidak beralasan.


Rusia mengatakan, media Barat telah memberikan narasi parsial yang berlebihan tentang perang. Narasi Barat sebagian besar mengabaikan kekhawatiran Moskow tentang perluasan NATO dan penganiayaan terhadap penutur bahasa Rusia di Ukraina. Hal ini dibantah oleh Kiev.


 

Sumber: Republika

Tags: afrika seslatandisinformasihoakshoaxinformasi palsuinggrisinvasi rusiakremlinliz trusspresiden rusia vladimir putinrusia dituduh sebar disinformasirusia sebar hoax
ShareTweetPin
Previous Post

Tak Kunjung Dapat Izin Peringati May Day di JIS, Said Iqbal Protes ke Anies 

Next Post

Partai Buruh Berharap KPU Berani Menindak Politik Uang di Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Kamis (04/06/2026) - 16:29 WIB
Menag Tegaskan Zakat Tidak Boleh Digunakan di Luar Asnaf

Menag: Jabatan Adalah Amanah, Jangan Tergoda Gratifikasi dan Suap

Kamis (04/06/2026) - 16:23 WIB
Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Aceh Menurun

Penumpang Pesawat dan Kapal di Aceh Turun pada April 2026

Kamis (04/06/2026) - 16:13 WIB
Malaysia Dominasi Kunjungan Turis ke Aceh Oktober 2024

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 14,75 Persen pada April 2026, Okupansi Hotel Ikut Menguat

Kamis (04/06/2026) - 16:10 WIB
Hari Kedua Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Belum Ditemukan

Kamis (04/06/2026) - 16:05 WIB
Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Kamis (04/06/2026) - 15:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.