Jumat, Juni 26, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Puan Kenang Perjuangan Fatmawati Menjahit Bendera Merah Putih

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (14/05/2022) - 17:42 WIB
in NASIONAL
0
Puan Maharani

Puan Maharani menilai Fatmawati sebagai sosok membanggakan

JAKARTA — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Puan Maharani mengenang neneknya, Fatmawati, sebagai sosok yang membanggakan sekaligus menginspirasi. Fatmawati merupakan kebanggaan bangsa Indonesia.


“Ibu Fatmawati selain menjadi kebanggaan keluarga kami, beliau juga sosok kebanggaan masyarakat Bengkulu, dan kebanggaan Bangsa Indonesia,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (14/5/2022).


Tepat hari ini, 42 tahun lalu, Indonesia kehilangan Ibu Negara pertamanya, Fatmawati. Fatmawati meninggal pada 14 Mei 1980 pada usia 57 tahun di Kuala Lumpur, Malaysia, karena serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang umrah dari Makkah.


Cucu Fatmawati ini pun selalu menjadikan sosok Fatmawati sebagai inspirasi. Perjuangan Fatmawati yang mendukung Soekarno dalam memproklamasikan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dinilai Puan tak hanya sekadar pengabdian istri kepada suami, namun juga seorang warga kepada negara dan bangsanya.


Menginspirasi


“Salah satu cerita yang paling menginspirasi dari Ibu Fatmawati adalah bagaimana ia turut menjahit Bendera Merah Putih, yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan,” kata mantan Menko PMK ini.


Puan mengisahkan saat itu untuk mendapatkan bahan kain merah dan putih dalam ukuran sebesar bendera bukanlah hal yang mudah.

Barang-barang eks impor semuanya berada di tangan Jepang.


Fatmawati pun harus meminta bantuan Shimizu, orang yang ditunjuk oleh Pemerintah Jepang sebagai perantara dalam perundingan Jepang-Indonesia. Shimizu lalu mengusahakannya lewat seorang pembesar Jepang, yang mengepalai gudang di Pintu Air di depan eks Bioskop Capitol. Dengan susah payah Fatmawati akhirnya mendapatkan bahan kain itu dan menjahitnya.


“Bendera itulah yang berkibar di Pegangsaan Timur saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,” katanya.


Fatmawati menghabiskan waktunya untuk menjahit bendera itu dalam kondisi fisik yang cukup rentan. Pasalnya, Fatmawati saat itu sedang hamil tua dan sudah waktunya untuk melahirkan putra sulungnya, Guntur Soekarnoputra.


Fatmawati menjahit bendera itu secara berangsur-angsur dengan mesin jahit Singer yang dijalankan hanya dengan tangan. Sebab dokter melarang ia menggunakan kaki untuk menggerakkan mesin jahit.


Tak jarang, Fatmawati menitikkan air mata kala menjahit bendera itu. Namun, Fatmawati tak berhenti menjahit bendera itu hingga rampung karena meyakini Indonesia akan segera merdeka dalam waktu dekat.


“Bagi saya, Ibu Fatmawati adalah sosok yang mempunyai visi dan pandangan jauh ke depan. Atas jasa beliau, kita bangsa Indonesia memiliki bendera pusaka Merah Putih yang dijahit dengan tangan beliau sendiri dan dipersiapkan sebelum Indonesia merdeka,” kata Puan.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: fatmawatipuan kenang fatmawatipuan maharanisosok fatmawati
ShareTweetPin
Previous Post

Ketum PP Hikmahbudhi Bersyukur Pengamanan Arus Mudik dan Balik Berjalan Lancar

Next Post

Jokowi Tegaskan Tiga Fokus Kemitraan ASEAN-AS Soal Perubahan Iklim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Kamis (25/06/2026) - 13:52 WIB
ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

Selasa (23/06/2026) - 23:08 WIB
ANALISIS TARMIZI: PRANCIS LAWAN ARGENTINA KEMBALI DI FINAL 2026

ANALISIS TARMIZI: PRANCIS LAWAN ARGENTINA KEMBALI DI FINAL 2026

Selasa (23/06/2026) - 16:41 WIB
Revitalisasi dan Rehabilitasi Sekolah Bantu Murid dan Guru di Aceh Bangkit Pascabencana

Revitalisasi dan Rehabilitasi Sekolah Bantu Murid dan Guru di Aceh Bangkit Pascabencana

Selasa (23/06/2026) - 14:56 WIB
Gubernur Mualem Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Gubernur Mualem Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Selasa (23/06/2026) - 14:52 WIB
Sekda Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Sekda Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Selasa (23/06/2026) - 14:49 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.