Tangerang – Pegawai Kanwil Ditjenpas Aceh, Aulia Rahmad meraih prestasi membanggakan dengan dinobatkan sebagai peringkat pertama Petugas Berprestasi tingkat nasional pada puncak peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, yang berlangsung dalam acara tasyakuran di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas), Tangerang, Senin (27/4/2026).
Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung di hadapan jajaran pimpinan tinggi kementerian. Aulia Rahmad terpilih berkat dedikasi dan rentetan prestasi gemilang yang ia torehkan selama masa pengabdiannya.
Rekam jejaknya mencakup Juara 1 Video Pelayanan Publik Berbasis HAM Tingkat Nasional, Juara 1 Lomba Desain Poster Nasional Kemenimipas, hingga gelar Pemuda Berprestasi Aceh tahun 2025.
Aulia mengaku bersyukur atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, apresiasi ini merupakan motivasi untuk meningkatkan kinerja dan dedikasinya terhadap institusi.
“Penghargaan ini bukan hanya milik saya pribadi, melainkan hasil dukungan dari rekan-rekan di Aceh dan pimpinan yang selalu memberi ruang untuk berinovasi. Semoga ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengabdi dengan hati,” kata Aulia dalam keterangannya.
Dalam prosesi penganugerahan tersebut, Aulia turut didampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Aceh, Yan Rusmanto.
“Prestasi yang diraih Aulia Rahmad adalah bukti nyata bahwa insan pemasyarakatan mampu berinovasi dan bersaing di tingkat nasional. Kami berharap ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh petugas pemasyarakatan di wilayah Aceh,” ujar Yan Rusmanto.
Perayaan HBP Ke-62 tahun ini mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima”. Dalam sambutannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menekankan pentingnya evaluasi dan peningkatan standar profesionalisme di seluruh lini.
“HBP Ke-62 merupakan wujud refleksi atas capaian kinerja, penguatan komitmen integritas, serta peningkatan profesionalisme jajaran Pemasyarakatan di tingkat pusat, wilayah, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia,” jelas Agus Andrianto.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan panjang 62 tahun Pemasyarakatan di Indonesia sekaligus menandai optimisme baru dalam memberikan pelayanan yang lebih baik di masa depan.[]










