Banda Aceh – Sejumlah pasien di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Banda Aceh, mengeluhkan ketersediaan stok obat yang terbatas di rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu.
Kondisi ini disebut berdampak langsung pada pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan obat segera.
Salah seorang pasien, Nurdin Hasan, menyampaikan, ia kesulitan mendapatkan obat yang diresepkan dokter setelah menjalani pemeriksaan.
“Saya barusan dari RSUZA. Banyak pasien mengeluh tak ada obat,” kata Nurdin, Kamis (16/4/2026).
Petugas di bagian apotek RSUZA mengungkapkan bahwa keterbatasan obat terjadi karena adanya kendala administratif, termasuk pembayaran kepada pihak penyedia.
“Menurut petugas di bagian apotek, utang belum dibayar. Sudah berbulan-bulan. Malah, pihak Apotek Kimia Farma dalam kompleks RSUZA tidak mau terima lagi resep,” ujarnya.
“Biasanya kalau tidak ada stok di apotek RSUZA, mereka suruh ambil ke apotek Kimia Farma,” tambahnya.
Menanggapi keluhan itu, Direktur RSUZA, Muhazar, memastikan bahwa manajemen rumah sakit terus berupaya untuk memenuhi pelayanan kesehatan, termasuk ketersediaan obat-obatan.
“Manajemen RSUDZA, terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan obat-obatanan dan BHP yang dibutuhkan oleh pasien atau masyarakat,” ucap Muhazar, dikonfirmasi terpisah.
Muhazar menegaskan, ketersediaan obat-obatan di rumah sakit pelat merah itu akan segera terpenuhi. Ia berharap, masyarakat atau pasien bisa memaklumi kondisi ini.
“Mengenai obat-obatan yang belum terpenuhi ke pasien harap bersabar. Insya Allah dalam minggu ini akan terealisasi semua kebutuhan obat-obatan dan BHP tersebut,” kata Muhazar.[]










