Gayo Lues – Di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor, proses belajar mengajar di Kabupaten Gayo Lues tetap berlangsung. Pemerintah Aceh memastikan aktivitas pendidikan tidak terhenti meski sejumlah wilayah masih berjuang memulihkan infrastruktur yang rusak.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Basri, S.Pd., Jumat (23/1/2026), menyampaikan bahwa secara umum kegiatan belajar mengajar pada jenjang SMA, SMK, dan SLB berjalan dengan lancar. Sekolah-sekolah tetap beroperasi dengan berbagai penyesuaian sesuai kondisi lapangan.
Namun demikian, Basri mengakui masih terdapat satuan pendidikan yang membutuhkan penanganan khusus, terutama SMAN 1 Pining. Sekolah tersebut menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah akibat banjir dan longsor, dengan kondisi bangunan sempat tertimbun lumpur dan material pasir. Akses menuju sekolah dari gampong setempat juga sempat terputus.
“Untuk SMAN 1 Pining, proses belajar mengajar dilaksanakan dalam kondisi khusus karena dampak bencana cukup berat. Meski begitu, pemerintah terus berupaya agar layanan pendidikan tetap berjalan,” ujar Basri.
Berdasarkan data sementara, dari total 21 sekolah SMA, SMK, dan SLB di Gayo Lues, sebanyak 210 siswa terdampak langsung bencana. Sebagian siswa mengalami kerusakan rumah bahkan kehilangan tempat tinggal, sehingga membutuhkan bantuan mendesak berupa seragam sekolah, sepatu, buku, dan perlengkapan belajar lainnya.
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan, pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan pendidikan. Langkah ini dilakukan agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran tanpa hambatan berarti.
“Upaya ini kami lakukan agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran,” tambah Basri.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Aceh untuk memanfaatkan fleksibilitas penggunaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun 2026. Kebijakan ini telah mendapat persetujuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), khususnya bagi sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
“Kami mendorong sekolah memenuhi kebutuhan pendukung pembelajaran dengan memaksimalkan dana BOSP, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan infrastruktur,” kata Murthalamuddin.
Ia menegaskan bahwa keberlangsungan pendidikan menjadi bagian penting dari proses pemulihan pascabencana. Pemerintah berkomitmen menjaga agar sekolah tetap menjadi ruang aman dan sumber harapan bagi masyarakat.
“Pendidikan harus terus berjalan dan menjadi sumber optimisme bagi masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah berharap, dengan semangat gotong royong serta dukungan berbagai pihak, dunia pendidikan di Kabupaten Gayo Lues dapat segera pulih dan bangkit lebih kuat pascabencana.










