Selasa, Juli 21, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

OTT Ade Yasin, FITRA: Instansi Bermental Korup Mengakali Opini WTP

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (01/05/2022) - 01:56 WIB
in NASIONAL
0
Bupati Bogor Ade Yasin Ditangkap KPK

Opini WTP menjadi gambaran dari kinerja akuntabilitas pengelolaan keuangan publik.

 JAKARTA — Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menyatakan, prasyarat meraih status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bukan perkara mudah bagi instansi bermental korup. Bukannya mengelola keuangan publik dengan baik, pejabat justru memiliki ide untuk mengakali opini dari BPK, seperti kasus operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Bogor Ade Yasin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


“Prasyarat tersebut bukanlah perkara mudah bagi intansi bermental korup, hal ini kemudian memunculkan ide untuk mengakali opini BPK seperti kasus yang terjadi terhadap Bupati Bogor Ade Yasin,” ujar Sekretaris Jenderal FITRA Misbah Hasan dalam siaran persnya kepada Republika, Sabtu (30/4/2022).


Dia mengatakan, opini WTP merupakan impian seluruh instansi pemerintah, baik yang berada di pusat maupun daerah. Opini WTP bisa menjadi gambaran dari kinerja akuntabilitas pengelolaan keuangan publik.


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, terdapat empat jenis opini yang diberikan BPK. Empat jenis itu yakni Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atau unqualified opinion, Opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atau qualified opinion, Opini Tidak Wajar atau adversed opinion, serta Pernyataan menolak memberikan opini atau disclaimer of opinion.


Untuk mengejar status WTP, instansi terkait perlu memenuhi kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan. Selain itu, instansi terkait juga perlu melengkapi kecukupan pengungkapan (adequate disclosures), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan efektivitas sistem pengendalian intern.


Bupati Bogor Ade Yasin terciduk KPK dalam OTT yang dilakukan pada Selasa (26/4/2022) malam. Ade Yasin diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan memberikan suap terhadap jajaran pemeriksa BPK Perwakilan Jawa Barat untuk melakukan audit pemeriksaan interim (pendahuluan) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2021 Pemerintah Kabupaten Bogor guna meraih predikat WTP.


Selain Ade Yasin, menurut FITRA, pernah juga ada kasus serupa yang menimpa Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi pada 2017 silam. Inspektur Jenderal Kementerian Desa didakwa menyuap Auditor Utama Keuangan Negara III BPK dan Kepala Sub Auditorat III Auditorat Keuangan Negara sebesar Rp 240 juta untuk pemberian opini WTP.


Dalam kasus itu pula, KPK mendapati uang sebesar 3.000 dolar AS dan Rp 1,145 miliar di ruangan eselon I BPK. Selain menggambarkan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik, status WTP juga bisa menjadi alat untuk memuluskan kepentingan para kepala daerah, salah-satunya untuk mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari pemerintah pusat.


Status WTP juga bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat atas kepemimpinan kepala daerah. Berdasarkan kasus di atas, agar opini BPK tidak menjadi celah korupsi dan kongkalikong pejabat publik, FITRA menjelaskan dan merekomendasikan beberapa hal.


Misbah mengatakan, opini WTP hanya bersifat administratif dan tidak menjamin bebas dari penyimpangan. Dia mengingatkan masyarakat agar jangan mau dibodohi dengan opini WTP palsu.


“Yang dibutuhkan masyarakat justru akuntabilitas dan efektivitas anggaran yang tepat sasaran. Bisa dirasakan oleh masyarakat miskin dan rentan. Banyak daerah yang mendapat opini WTP tetapi tingkat kemiskinannya masih sangat tinggi, termasuk Kabupaten Bogor,” kata dia.


Dia mendorong integritas pejabat BPK diperkuat. BPK harus mulai ‘bersih-bersih’ terhadap pejabatnya di pusat maupun daerah yang mudah menerima suap atau sengaja meminta suap kepada pemerintah, pemerintah daerah, atau instansi lain yang menjadi objek audit.


BPK perlu memperkuat mekanisme quality control dan quality assurance serta membuka ruang supaya proses audit bisa transparan dan tidak dimonopoli salah satu bagian atau auditor saja. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan ruang gelap yang berpotensi menjadi celah korupsi atau suap.


FITRA mendesak KPK untuk mengaudit ulang (audit investigatif) daerah-daerah yang berpotensi melakukan tindakan yang sama dengan pemerintah Kabupaten Bogor. Tak kalah penting, pengawasan masyarakat (audit sosial) terhadap proyek-proyek pemerintah dan pemerintah daerah juga sangat diperlukan.


“Banyak proyek yang tidak jelas kemanfaatannya bagi masyarakat tetapi secara administratif dinyatakan baik,” tutur Misbah.

Sumber: Republika

Tags: ade yasinkpkkpk ott bupati bogoropini wtppejabat mengakali opiti wtp
ShareTweetPin
Previous Post

Antisipasi Sampah saat Lebaran, Depok Siagakan 125 Pesapon dan 40 Truk

Next Post

Mau Shalat Idul Fitri di Istiqlal? Perhatikan Lima Hal Ini 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Dilantik Jadi Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr Mursyidin

Dilantik Jadi Wakil Rektor II UTU, Ini Profil Dr Mursyidin

Senin (20/07/2026) - 15:46 WIB
Dayah Darul Quran Aceh Gelar Silaturahmi dan Serah Terima Santri Baru

Dayah Darul Quran Aceh Gelar Silaturahmi dan Serah Terima Santri Baru

Minggu (19/07/2026) - 18:25 WIB
Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Keterbukaan Informasi

Dirut Bank Aceh Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Keterbukaan Informasi

Minggu (19/07/2026) - 18:18 WIB
BPMA dan Medco E&P Malaka Gelar Aksi Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

BPMA dan Medco E&P Malaka Gelar Aksi Tanam 1.000 Mangrove di Banda Aceh

Minggu (19/07/2026) - 17:44 WIB
PSAF 2026 Siap Digelar, Paya Seunara Tawarkan Pesona Alam Pegunungan Sabang

PSAF 2026 Siap Digelar, Paya Seunara Tawarkan Pesona Alam Pegunungan Sabang

Sabtu (18/07/2026) - 22:41 WIB
KPK Minta Data Hibah, Pokir DPRD dan Proyek Pengadaan dari Seluruh Bupati-Wali Kota di Aceh

KPK Minta Data Hibah, Pokir DPRD dan Proyek Pengadaan dari Seluruh Bupati-Wali Kota di Aceh

Sabtu (18/07/2026) - 20:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.