Jumat, Juni 26, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Menjaga Kelestarian Laut Aceh dengan Aturan Hukum Adat

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (08/10/2024) - 14:51 WIB
in DAERAH
0
Menjaga Kelestarian Laut Aceh dengan Aturan Hukum Adat

#image_title

 

  • Panglima Laot Lhok Air Pinang, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, melalui Kelompok Masyarakat Pengawas [Pokmaswas] Desa Air Pinang, Kecamatan Simeulue Timur, mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan [KKP], Kamis [26/9/2024].
  • Lembaga adat laut ini dinobatkan sebagai Kelompok Masyarakat Pengawas Teladan Nasional 2024, untuk kategori Perlindungan dan Peningkatan Efektivitas Kawasan Konservasi.
  • Mereka berhasil menjaga dan melindungi Kawasan Konservasi Pulau Pinang, Pulau Siumat, dan Pulau Simanaha dari kegiatan merusak. Juga, mendukung pengawasan dan pelestarian ekosistem laut yang melibatkan masyarakat.
  • Masyarakat Simeulue sangat akrab dengan alam. Dalam hikayat atau lagu yang didendangkan warga, kejadian alam seperti tsunami, gempa bumi, petir, dan hujan tidak dilihat sebagai bencana semata. Tetapi, bagian tidak terpisahkan dari kehidupan mereka. Dengan menerapkan hukum adat, mereka ingin laut terjaga dan terjamin bagi generasi mendatang.

 

Panglima Laot Lhok Air Pinang, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, melalui Kelompok Masyarakat Pengawas [Pokmaswas] Desa Air Pinang, Kecamatan Simeulue Timur, mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan [KKP], Kamis [26/9/2024].

Lembaga adat laut ini dinobatkan sebagai Kelompok Masyarakat Pengawas Teladan Nasional 2024, untuk kategori Perlindungan dan Peningkatan Efektivitas Kawasan Konservasi.

Mereka berhasil menjaga dan melindungi Kawasan Konservasi Pulau Pinang, Pulau Siumat, dan Pulau Simanaha dari kegiatan merusak. Juga, mendukung pengawasan dan pelestarian ekosistem laut yang melibatkan masyarakat.

Kawasan Konservasi Pulau Pinang, Pulau Siumat, dan Pulau Simanaha yang luasnya mencapai 44.404 hektar, berada di tiga kecamatan, yaitu Simeulue Timur, Teluk Dalam, dan Teupah Selatan. Wilayah tersebut, ditetapkan sebagai Suaka Alam Perairan melalui Keputusan Menteri KKP Nomor: 78/Kepmen-KP/2020.

Baca: Jerit Nelayan Tradisional Aceh, Kapan Kapal Pukat Harimau Ditertibkan?

 

Laut Aceh yang dijaga kelestariannya dengan menggunakan aturan hukum adat. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Panglima Laot sekaligus Ketua Pokmaswas Air Pinang, Juhardi Marlin, mengungkapkan kelompok ini terbentuk pada 2017. Tujuannya, menjaga nilai-nilai luhur tata kehidupan masyarakat Aceh. Terutama, kelestarian laut.

“Di Pulau Pinang, Pulau Siumat, dan Pulau Simanaha, Panglima Laot bersama pokmaswas mengawasi pelaksanaan aturan tersebut,” ujarnya, Senin [30/9/2024].

Aturan yang dimaksud adalah mengawasi penggunaan bahan atau alat yang dapat merusak sumber daya ikan maupun ekosistemnya. Lalu, menjaga kelestarian terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove, dan mencegah pencemaran perairan serta pengerukan pasir laut.

“Bila ditemukan kegiatan merusak, kami laporkan ke pihak terkait untuk dilakukan tindakan hukum,” terangnya.

Menurut Juhardi, pengawasan dilakukan mandiri oleh nelayan sejak 2017. Sebagian temuan, ada yang ditindak secara pidana seperti penggunaan bom dan kompresor. Namun, ada juga yang hanya dikenai hukuman adat.

“Para nelayan juga memantau spesies ikan atau mamalia laut dilindungi dan terancam punah.”

Mengapa mereka melakukan itu?

Masyarakat Simeulue sangat akrab dengan alam. Dalam hikayat atau lagu yang didendangkan warga, kejadian alam seperti tsunami, gempa bumi, petir, dan hujan tidak dilihat sebagai bencana semata. Tetapi, bagian tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.

“Kami selalu menerapkan aturan adat, agar laut terjaga dan terjamin bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Baca: Keuneunong, Kearifan Masyarakat Aceh Memprediksi Cuaca

 

Nelayan Aceh yang mendukung pelaksanaan aturan melalui hukum adat. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Peran penting hukum adat

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Aliman, mengatakan kearifan lokal seperti Hukum Adat Laot memiliki peran penting dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan Aceh.

“Sesuai program nasional, seperti pembentukan pokmaswas dengan budaya maritim Aceh,” ujarnya, Senin [30/9/2024].

Aceh kaya tradisi dan budaya maritim.

“Kewenangan Pemerintah Aceh dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan, sebagaimana diamanatkan Undang-undang No. 11/2006, adalah mengakui dan menjaga hukum adat laut.”

Menurut Aliman, Panglima Laot memiliki kewenangan mengatur perikanan tradisional di wilayah 0-4 mil laut.

“Hal membanggakan, Panglima Laot beradaptasi dengan kebijakan nasional, dengan tetap mempertahankan kearifan lokal masyarakat,” terangnya.

Baca: Penggunaan Bom Ikan Masih Terjadi di Laut Aceh

 

Para nelayan diajibkan libur sehari melaut berdasarkan aturan hukum adat. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, mengatakan Aceh memiliki perairan laut sekitar  295.370 km persegi. Sebagian besar masyarakat pesisir, berprofesi sebagai nelayan.

Mereka memiliki perangkat adat, guna menjaga hukum laut terlaksana. Perangkat adat, dipimpin seorang nelayan sangat berpengalaman dan memiliki pengetahuan luas yang disebut Panglima Laot.

“Hukum adat laut mengatur mulai membuat kapal atau perahu, menangkap hingga menjual ikan, bahkan menyelesaikan sengketa antarnelayan. Meski hukum ini berbeda di setiap daerah Aceh, namun aturannya selalu berangkat dari nilai-nilai keagamaan dan pengalaman nelayan,” terangnya, Kamis [3/10/2024].

 

Kearifan lokal menjaga laut dijalankan penuh nelayan Aceh dengan tidak menggunakan bom atau pukat harimau. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

 

Dalam seminggu, nelayan wajib libur sehari, biasanya Jumat. Pemilihan hari tersebut, sebagai hari pantang melaut, didasari pertimbangan keagamaan agar nelayan melaksanakan Shalat Jumat.

Alasan kedua, pertimbangan ekologi. Harus ada satu hari bagi biota laut hidup tenang,  sehingga ikan memiliki kesempatan berkembang biak.

“Tidka kalah penting, setiap nelayan memiliki waktu berkumpul dengan keluargan,” terang Miftach.

Aturan itu dibuat bersama oleh para nelayan.

“Tugas Panglima Laot, memastikan hukum terlaksana baik,” tegasnya.

 

Menjaga Laut Merupakan Kearifan Nelayan Aceh

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Jerat Pembangunan Wisata di Pesisir Pantai Topejawa

Next Post

Konflik Lahan Masyarakat Kapa dan Perusahaan Sawit Wilmar Memanas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Lebaran Yatim, Kemenag Aceh Besar Santuni 578 Yatim dan Difabel

Kamis (25/06/2026) - 13:52 WIB
ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

ISNU Aceh Terima 10 Pojok Baca dari BSI Maslahat untuk Sekolah Terdampak Bencana

Selasa (23/06/2026) - 23:08 WIB
ANALISIS TARMIZI: PRANCIS LAWAN ARGENTINA KEMBALI DI FINAL 2026

ANALISIS TARMIZI: PRANCIS LAWAN ARGENTINA KEMBALI DI FINAL 2026

Selasa (23/06/2026) - 16:41 WIB
Revitalisasi dan Rehabilitasi Sekolah Bantu Murid dan Guru di Aceh Bangkit Pascabencana

Revitalisasi dan Rehabilitasi Sekolah Bantu Murid dan Guru di Aceh Bangkit Pascabencana

Selasa (23/06/2026) - 14:56 WIB
Gubernur Mualem Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Gubernur Mualem Lantik Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Selasa (23/06/2026) - 14:52 WIB
Sekda Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Sekda Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Selasa (23/06/2026) - 14:49 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.