Senin, Juni 22, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Mantan Anggota Juru Runding MoU Helsinki Luruskan Persepsi Masyarakat Terkait Lembaga Wali Nanggroe

Redaksi Oleh Redaksi
Sabtu (15/10/2022) - 20:10 WIB
in DAERAH
0
Mantan Anggota Juru Runding MoU Helsinki Luruskan Persepsi Masyarakat Terkait Lembaga Wali Nanggroe

Mantan anggota juru runding MoU Helsinki, Munawar Liza Zainal. Foto: Lensakita.com

BANDA ACEH – Mantan anggota juru runding MoU Helsinki, Munawar Liza Zainal, meluruskan persepsi masyarakat selama ini terkait Lembaga Wali Nanggroe (LWN). Menurutnya, apa yang menjadi persepsi masyarakat selama ini dinilai keliru.

Munawar mengatakan, saat perundingan MoU Helsinki, ada dua pihak yang sejajar yakni Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang mewakili rakyat Aceh kemudian Pemerintah Republik Indonesia.

“Waktu itu seolah-olah kita itu melakukan perundingan dengan RI, seolah-olah kita sebuah pemerintahan ataupun pengasingan, semacam negara bagi Aceh, sehingga kita tandatangani perjanjian itu,” kata Munawar Liza dalam FGD dengan tema Kelembagaan Wali Naggroe dalam Kekhususan Aceh, di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Sabtu (15/10/2022).

Menurut Munawar, dalam perjalannya setelah MoU ditandatangani, ada upaya dari Internasional dan RI bahwa setelah damai, maka GAM itu hilang dan berubah jadi institusi-institusi di Aceh.

“Sedangkan pada prinsipnya, GAM itu sebenarnya sebagai signatori, dia masih ada, sebagai lembaga masih ada. Cuma GAM pasca MoU tidak punya senjata, GAM tidak lagi memperjuangkan kemerdekaan,” ujar Bekas Wali Kota Sabang ini.

Kondisi inilah, kata dia, banyak masyarakat Aceh yang berpikir bahwa setelah perundingan, GAM berubah jadi Komite Peralihan Aceh (KPA), setelah itu berubah jadi Partai Aceh (PA), sehingga banyak yang merasa PA itu adalah GAM.

Menurutnya, GAM saat itu adalah sebuah rumah besar, kemudian untuk bertempurnya mantan kombatan GAM masuk organisasi yang namanya transisi, KPA. Kemudian GAM membentuk parpol yaitu PA, jadi GAM tidak melebur menjadi PA, tapi GAM itu membentuk parpol bernama PA.

Selama ini ada pemikiran-pemikiran bahwa GAM sudah bertransformasi ke PA, sehingga lembaga-lembaga keistimawaan yang dibentuk kemudian itu banyak yang memang diasosiasikan sepertinya seolah-olah punya PA.

“Ini sebenarnya harus kita luruskan kembali, karena kita sayang kepada PA, cinta kepada PA dan partai-partai lain. Tapi maksudnya harus ada batasan bahwa PA itu bukan GAM, tetapi parpol yang dibentuk oleh GAM yang meneruskan ideologi-ideologi atau perjuangan-perjuangan yang dilakukan oleh GAM,” jelasnya.

Jika hal ini tidak dilakukan, kata dia, maka lembaga-lembaga keistimewamaan yang terbentuk, termasuk LWN, terpengaruh oleh hal ini, sehingga oleh sebagian rakyat Aceh dirasakan bukan milik PA.

“Kita melihat misalnya Wali Nanggroe menjadi tuha peut PA, jadi partai-partai lainkan karena menganggap WN orang tua kita di seluruh Aceh, ayah dari semua parpol di Aceh, berarti maksdunya kan harus independen dan bebas dari ikatan parpol,” tutupnya.[]

Tags: aceh resource and developmentlembaga wali nanggroemou helsinkimunawar liza zainal
ShareTweetPin
Previous Post

Tingkatkan Industri Nilam, Pj Bupati Aceh Jaya Rencanakan Kerjasama dengan ARC USK

Next Post

Pemkab Aceh Jaya Dorong Kawasan Konservasi Penyu Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Mualem Takziah ke Rumah Duka Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah

Mualem Takziah ke Rumah Duka Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah

Minggu (21/06/2026) - 21:47 WIB
Reformasi Birokrasi Aceh Meningkat, Raih Predikat A- dari Kementerian PANRB

Pemerintah Aceh Siapkan Revisi PoD Blok Andaman

Minggu (21/06/2026) - 21:44 WIB
Berburu Talenta Muda, PSSI Aceh Gelar Festival Piala Presiden U-10 dan U-12

Berburu Talenta Muda, PSSI Aceh Gelar Festival Piala Presiden U-10 dan U-12

Sabtu (20/06/2026) - 16:44 WIB
Sekda Nasir: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Sekda Nasir: Suara Anak Penting untuk Pembangunan Aceh Kedepan

Sabtu (20/06/2026) - 13:33 WIB
Ngoh Wan Dorong Penataan Pengelolaan Wisata Pasca Kasus Dugaan Pungli di Lamreh

Ngoh Wan Dorong Penataan Pengelolaan Wisata Pasca Kasus Dugaan Pungli di Lamreh

Sabtu (20/06/2026) - 13:30 WIB
Diduga Peras Pengunjung Wisata Lamreh, Lima Terduga Pelaku Ditangkap Polda Aceh

Diduga Peras Pengunjung Wisata Lamreh, Lima Terduga Pelaku Ditangkap Polda Aceh

Sabtu (20/06/2026) - 12:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.