Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Aceh pada Januari 2026 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.
Kepala Badan Pusat Statistik Aceh Agus Andria menyampaikan, pada Januari 2026 total kunjungan wisman tercatat sebanyak 3.666 kunjungan. Angka tersebut turun 24,19 persen dibandingkan Desember 2025, dan juga menurun 5,81 persen dibandingkan Januari 2025.
“Pada Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh tercatat sebanyak 3.666 kunjungan. Jika dibandingkan Desember 2025 terjadi penurunan sebesar 24,19 persen. Secara tahunan juga turun 5,81 persen dibandingkan Januari tahun lalu,” kata Agus Andria dalam rilis resmi, Senin (2/3/2026).
Agus menjelaskan, terdapat dua pintu masuk utama yang dipantau dalam pencatatan kunjungan wisman, yakni melalui Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Balohan.
Menurutnya, fluktuasi jumlah kunjungan pada awal tahun merupakan hal yang lazim terjadi, terutama setelah periode libur akhir tahun yang biasanya mendorong lonjakan pergerakan wisatawan.
Selain data kunjungan wisman, BPS Aceh juga mencatat perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang dan nonbintang di daerah tersebut.
Pada Januari 2026, TPK hotel berbintang di Aceh tercatat sebesar 19,31 persen. Angka ini turun 8,22 persen poin dibandingkan Desember 2025, serta turun 4,08 persen poin dibandingkan Januari 2025.
“TPK hotel berbintang pada Januari 2026 sebesar 19,31 persen. Jika dibandingkan bulan sebelumnya maupun Januari tahun lalu, keduanya sama-sama mengalami penurunan,” jelas Agus.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya pada Januari 2026 tercatat sebesar 15,14 persen. Angka ini turun 0,67 persen poin dibandingkan Desember 2025, dan turun 4,25 persen poin dibandingkan Januari 2025.
Agus menambahkan, perkembangan tingkat hunian kamar menjadi salah satu indikator penting dalam melihat dinamika sektor pariwisata dan perhotelan di Aceh.
“Data ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan pariwisata ke depan,” pungkasnya.[]










