Selasa, April 28, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Komisi AS: Kondisi Kebebasan Beragama di India Memburuk

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (26/04/2022) - 11:07 WIB
in INTERNASIONAL
0
Mahasiswa Muslim India dan aktivis Hijab ambil bagian dalam diskusi panel. Menteri Urusan Minoritas India Mukhtar Abbas Naqvi membantah meningkatnya intoleransi antara agama di negaranya.

serangan terhadap kelompok agama minoritas di India, khususnya Muslim dan Kristen.

 WASHINGTON — The United States Commission on International Religious Freedom (USCIRF) mengatakan praktik kebebasan beragama di India memburuk. Komisi tersebut meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) mencantumkan India dalam daftar countries of particular concern atau negara-negara yang menjadi perhatian khusus. 


Dalam laporan tahunannya, USCIRF menyoroti banyaknya serangan terhadap kelompok agama minoritas di India, khususnya Muslim dan Kristen, sepanjang 2021. “Kondisi kebebasan beragama di India memburuk signifikan,” ungkap USCRIF, dikutip laman TRT World, Selasa (26/4/2022). 


Menurut USCIRF merebaknya serangan terhadap kelompok minoritas berlangsung ketika pemerintahan Perdana Menteri India Narendra Modi mempromosikan visi ideologisnya tentang negara Hindu. Visi itu diwujudkan lewat kebijakan-kebijakan yang “memusuhi” minoritas. 


“Pemerintah India meningkatkan promosi dan penegakan kebijakan, termasuk yang mempromosikan agenda nasionalis Hindu, yang berdampak negatif terhadap Muslim, Kristen, Sikh, Dalit, dan minoritas agama lainnya,” kata USCIRF. 


Komisi AS tersebut mengungkapkan, tindakan pemerintah India, termasuk dalam hal penegakan hukum anti-konversi yang berkelanjutan terhadap non-Hindu, telah menciptakan budaya impunitas bagi kampanye ancaman nasional dan kekerasan massal serta kelompok main hakim sendiri. “Termasuk terhadap Muslim dan Kristen yang dituduh melakukan kegiatan konversi,” kata USCIRF. 


Selama tiga tahun terakhir, USCIRF terus meminta agar India dicantumkan dalam “countries of particular concern”. USCIRF memang hanya berfungsi sebagai pemberi rekomendasi, tapi tidak menetapkan kebijakan pemerintah. Departemen Luar Negeri AS diperkirakan bakal menolak usulan USCIRF terkait India. 


Pada tahun-tahun sebelumnya, India memprotes keras rekomendasi yang diterbitkan USCIRF. New Delhi menuduh komisi AS itu bias dalam menyusun laporan dan menyimpulkan rekomendasinya. Kendati demikian, aksi diskriminasi dan persekusi terhadap kelompok Muslim di India memang tengah menjadi sorotan global. 


Selama festival Hindu awal bulan ini, misalnya, massa Hindu di beberapa daerah di India melempari masjid dengan batu. Di salah satu daerah, penyelenggara acara sengaja menyewa disc jokey (DJ) untuk memutar musik keras-keras di dekat masjid saat umat Muslim setempat sedang menunaikan sholat. 


Pada awal Februari lalu, India pun sempat menjadi sorotan karena salah satu negara bagiannya, yakni Karnataka, melarang siswi dan mahasiswi Muslim mengenakan hijab di ruang kelas. Mereka yang menolak mematuhi peraturan itu, tak diperkenankan mengikuti proses pembelajaran di kelas. 


Banyak siswi dan mahasiswi Muslim di Karnataka menolak mematuhi peraturan tersebut. Meski dilarang, mereka tetap nekat mengenakan hijab dan datang ke sekolah atau kampus. Hasilnya, mereka tak diizinkan masuk ke kelas. Kasus pelarangan hijab itu kemudian dibawa ke Pengadilan Tinggi Karnataka. 


Yang paling mencemaskan dari semuanya adalah adanya sejumlah biksu Hindu ekstrem yang telah menyerukan pembersihan kelompok Muslim di India. Mereka seperti menginginkan Muslim di India bernasib seperti etnis Rohingya di Myanmar.

Sumber: Republika

Tags: agama minoritasdiskriminasi beragamadiskriminasi muslimindiakebebasan beragama indiakekerasan terhadap agama minoritaskristenmuslim
ShareTweetPin
Previous Post

Harapan Muhammadiyah ke China, dari Masalah Uighur Hingga Palestina

Next Post

Tim HAM PBB Tiba di China untuk Persiapan Kunjungan ke Xinjiang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Jemaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Bus Shalawat Nonstop di Makkah

Jemaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Bus Shalawat Nonstop di Makkah

Selasa (28/04/2026) - 13:43 WIB
Aceh–UEA Perkuat Kerja Sama Investasi, Perdagangan hingga Penerbangan

Aceh–UEA Perkuat Kerja Sama Investasi, Perdagangan hingga Penerbangan

Selasa (28/04/2026) - 13:00 WIB
BNNP Aceh–FISIP UIN Tanda Tangan MoA: Integrasi Ilmu dan Aksi Lawan Narkoba di Aceh

BNNP Aceh–FISIP UIN Tanda Tangan MoA: Integrasi Ilmu dan Aksi Lawan Narkoba di Aceh

Selasa (28/04/2026) - 12:56 WIB
Podcast BERBISIK BBPOM Aceh Soroti Bahaya Obat Ilegal dan Vape di Kalangan Remaja

Podcast BERBISIK BBPOM Aceh Soroti Bahaya Obat Ilegal dan Vape di Kalangan Remaja

Selasa (28/04/2026) - 12:51 WIB
Gubernur Mualem Hadiri Peluncuran InnoFood 2026: Dorong Petani Berdaya melalui Inovasi

Gubernur Mualem Hadiri Peluncuran InnoFood 2026: Dorong Petani Berdaya melalui Inovasi

Selasa (28/04/2026) - 12:47 WIB
Aliansi Buruh Aceh Siapkan Aksi May Day 2026, Soroti Isu Outsourcing hingga Upah Layak

Aliansi Buruh Aceh Siapkan Aksi May Day 2026, Soroti Isu Outsourcing hingga Upah Layak

Senin (27/04/2026) - 22:06 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.