Banda Aceh – Sanger Day Fest 2026 mendapat perhatian dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai salah satu ruang ekspresi komunitas yang mendorong pelestarian budaya sekaligus penguatan ekosistem seni dan ekonomi kreatif di Aceh.
Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, ke lokasi pelaksanaan Sanger Day Fest 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.
Dalam kunjungan tersebut, Irini didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh, Piet Rusdi, serta Ketua Pelaksana Sanger Day Fest 2026. Peninjauan itu menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap berbagai inisiatif kebudayaan yang tumbuh dari komunitas lokal.
Sanger Day Fest 2026 merupakan kegiatan Pendayagunaan Ruang Publik yang memperoleh dukungan pendanaan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana/Dana Indonesiaraya dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Irini mengatakan, kegiatan seperti Sanger Day Fest memiliki peran penting dalam mempertemukan warisan budaya dengan perkembangan seni dan kreativitas masyarakat.
“Sanger Day Fest 2026 tidak hanya menjadi perayaan ikonik bagi tradisi kopi khas Aceh, tetapi juga momentum strategis untuk mengaitkan warisan tradisi dengan ekspresi seni modern,” kata Irini, Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, kolaborasi yang dibangun oleh komunitas menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan sekaligus memperluas ruang bagi para pelaku seni.
“Kementerian Kebudayaan mengapresiasi kolaborasi komunitas ini sebagai fondasi utama pelestarian identitas kebudayaan bangsa,” katanya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan para penggiat kebudayaan di daerah agar ruang ekspresi bagi sineas, musisi, seniman tradisi, serta pelaku ekonomi kreatif dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala BPK Wilayah I Aceh, Piet Rusdi, menyebut penyelenggaraan festival berbasis budaya memiliki nilai strategis karena tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan kebudayaan yang melibatkan komunitas dan pelaku ekonomi kreatif juga dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Sanger Day Fest 2026 sendiri menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan budaya dan kreativitas, mulai dari pertunjukan musik dan seni budaya Aceh, ruang diskusi kreatif, pameran UMKM lokal, hingga berbagai agenda yang mengangkat kopi sanger sebagai bagian dari identitas sosial masyarakat Aceh.
Ketua Pelaksana Sanger Day Fest 2026, Nasrul, mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan Kementerian Kebudayaan serta BPK Wilayah I Aceh.
Ia menilai, kunjungan dan arahan dari jajaran Kementerian Kebudayaan menjadi dorongan bagi panitia dan komunitas untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival.
“Dukungan dan arahan yang diberikan menjadi dorongan moral bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas Sanger Day Fest, sehingga ke depan kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda komunitas, tetapi juga mampu memiliki jangkauan yang lebih luas hingga tingkat nasional,” kata Nasrul.
Melalui Sanger Day Fest 2026, tradisi kopi sanger tidak hanya ditempatkan sebagai produk kuliner, tetapi juga dihadirkan sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan seni, budaya, kreativitas, dan potensi ekonomi masyarakat Aceh kepada publik yang lebih luas.[]








