Selasa, September 15, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Kebutuhan Semen Rehab-Rekon Aceh Melonjak, Pemerintah Siapkan Pasokan dari Luar Daerah

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (07/08/2026) - 20:18 WIB
in DAERAH
0
Walhi Aceh Minta Bupati Aceh Selatan Hentikan Pembangunan Pabrik Semen

Banda Aceh – Kebutuhan semen di Aceh meningkat tajam seiring dimulainya tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana. Pemerintah Aceh bersama pemangku kepentingan terkait menyiapkan pasokan semen dari luar daerah untuk menutup kekurangan produksi di dalam Aceh.

Ketua Posko Wilayah Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas (SBA) saat ini telah berada pada tingkat maksimal sehingga peningkatan produksi secara signifikan sulit dilakukan dalam waktu dekat.

“Tadi pagi saya sudah bertemu dengan PT SBA. Kita sudah membahas bahwa mereka sudah top produksi. Artinya, tidak bisa PT Semen SBA ini serta-merta menaikkan produksi,” kata Safrizal, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, kebutuhan semen di Aceh saat ini tidak hanya berasal dari kegiatan rehab-rekon, tetapi juga berbagai program pembangunan lainnya. Kondisi tersebut membuat permintaan semen meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan kebutuhan normal.

“Di Aceh terutama, kita sedang membutuhkan material semen. Satu untuk rehab-rekon, dan kebetulan momentumnya sudah masuk wilayah rehab-rekon, sehingga kebutuhan semennya sangat meningkat,” ujarnya.

Selain rehab-rekon, kebutuhan semen juga meningkat untuk mendukung sejumlah program nasional, termasuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta proyek-proyek pemerintah daerah yang tidak masuk dalam program rehab-rekon.

“Kedua, ada program nasional lainnya yang membutuhkan material juga, seperti pembangunan Koperasi Merah Putih, serta proyek-proyek pemerintah daerah atau reguler lainnya. Peningkatannya lebih daripada 100 persen,” kata Safrizal.

Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan, pemerintah telah berkoordinasi dengan Semen Indonesia selaku holding PT SBA agar kebutuhan semen Aceh dapat dipenuhi dari pabrik-pabrik di luar daerah, termasuk dari Pulau Jawa dan Sumatera Barat.

Safrizal mengatakan, koordinasi tersebut akan dibawa ke tingkat nasional guna memastikan mekanisme pengiriman semen dari luar Aceh dapat berjalan lancar.

“Oleh karena itu, kami sudah berkoordinasi bahwa kekurangan nantinya akan dipenuhi oleh Semen Indonesia yang merupakan holding daripada PT SBA, apakah dari Jawa maupun dari Sumatera Barat,” katanya.

Menurut Safrizal, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di tingkat nasional, Danantara, serta Kementerian BUMN untuk memastikan skema pemenuhan material dari luar daerah tidak mengalami hambatan.

“Nanti di tingkat nasional kami akan melapor kepada Kasatgas untuk kembali dibahas dengan Danantara dan Kementerian BUMN agar skema pemenuhan material semen dari luar daerah bisa smooth pelaksanaannya,” ujarnya.

Harga Semen Melonjak

Di tengah meningkatnya kebutuhan dan terbatasnya pasokan, harga semen di pasaran Aceh dilaporkan mengalami kenaikan. Namun, Safrizal menegaskan kenaikan tersebut bukan berasal dari produsen.

Ia menyebut pemerintah telah melakukan pengecekan terhadap PT SBA dan memastikan harga dari tingkat pabrik belum mengalami kenaikan.

“Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kenaikan harga ini tidak karena dinaikkan oleh pabrik semen. Kami sudah cek, pabrik semen tidak menaikkan harga, harga masih harga awal,” kata Safrizal.

Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi di tingkat pasar diduga berkaitan dengan mekanisme pasar akibat kelangkaan pasokan. Karena itu, pemerintah akan menelusuri rantai distribusi untuk mengetahui faktor yang menyebabkan harga semen meningkat.

“Kami akan cek kenapa naiknya dan berapa naiknya. Kalau naiknya sampai 100 persen, kita akan cek mengapa. Padahal di produsen tidak naik,” ujarnya.

Safrizal juga meminta jajaran kepolisian ikut mengawasi distribusi semen agar kelangkaan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk mencari keuntungan berlebihan.

“Kami juga berkoordinasi dengan Polda agar situasi ini tidak dimanfaatkan untuk menimbun semen lalu menaikkan harga,” katanya.

Pemerintah, lanjutnya, akan memeriksa kemungkinan adanya tambahan biaya distribusi, termasuk ongkos transportasi, yang dapat memengaruhi harga di tingkat konsumen.

“Apakah karena ada pengaruh ongkos transportasi berapa persen? Nanti kami cek. Kemudian apakah ada ongkos yang lain, kami akan cek,” kata Safrizal.

Ia menegaskan apabila ditemukan kenaikan harga hingga lebih dari 100 persen tanpa alasan yang dapat dibenarkan, pemerintah akan memberikan perhatian serius dan mengambil langkah pengendalian.

“Kalau naiknya lebih 100 persen, tentu ini menjadi atensi yang penting sekali bagi pemerintah agar segera melakukan upaya-upaya pengendalian harga semen,” ujarnya.

Untuk memastikan penyebab kenaikan harga tersebut, pemerintah telah meminta bantuan Polda Aceh dan unsur intelijen melakukan penelusuran terhadap rantai distribusi semen di Aceh.

Safrizal menegaskan pemerintah ingin memastikan ketersediaan semen untuk kepentingan rehab-rekon dan pembangunan lainnya tidak terganggu oleh praktik penimbunan maupun spekulasi harga.

“Kami sudah minta tolong ke Polda dan pihak intelijen untuk meneliti sejauh mana proses kenaikan harga ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tadi,” katanya.

Dengan penambahan pasokan dari luar daerah dan pengawasan distribusi, pemerintah berharap kebutuhan semen untuk percepatan rehab-rekon Aceh serta berbagai agenda pembangunan dapat terpenuhi, sekaligus menjaga harga tetap wajar bagi masyarakat.[]

Tags: acehharga semenPT SBArehab-rekonsemen
ShareTweetPin
Previous Post

Wali Kota Zulkifli Dorong Penguatan Peran Sabang sebagai Pusat Bisnis Maritim

Next Post

AJI: Tekanan terhadap Pers Makin Berbahaya, 89 Kasus Kekerasan Terjadi Sepanjang 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Fesmed Selat Malaka 2026 Hadirkan Seminar Internasional dan Puluhan Lokakarya di Batam

Fesmed Selat Malaka 2026 Hadirkan Seminar Internasional dan Puluhan Lokakarya di Batam

Senin (14/09/2026) - 15:28 WIB
Semen Padang Menang 1-0 atas Persiraja, Nil Maizar: Ini Baru Langkah Pertama

Semen Padang Menang 1-0 atas Persiraja, Nil Maizar: Ini Baru Langkah Pertama

Senin (14/09/2026) - 14:44 WIB
Persiraja Tumbang di Kandang, Jaya Hartono Soroti Lini Belakang dan Penyelesaian Akhir

Persiraja Tumbang di Kandang, Jaya Hartono Soroti Lini Belakang dan Penyelesaian Akhir

Senin (14/09/2026) - 14:32 WIB
Yuk Seru-seruan di Sanger Day Fest 2026, Ada 1001 Sanger Gratis!

Yuk Seru-seruan di Sanger Day Fest 2026, Ada 1001 Sanger Gratis!

Jumat (11/09/2026) - 20:52 WIB
Buka ACF 2026, Plt Sekda Aceh Dorong Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Buka ACF 2026, Plt Sekda Aceh Dorong Kuliner Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Jumat (11/09/2026) - 18:27 WIB
Alumni Harvard Reza Idria Dilantik Jadi Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry

Alumni Harvard Reza Idria Dilantik Jadi Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry

Jumat (11/09/2026) - 15:00 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.