Banda Aceh- Koalisi Anak Muda Demokrasi Resilience (KAMu DemRes) Kota Banda Aceh bersama Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah (IMM) Banda Aceh mengadakan Focus Group Discusion (FGD) sekaligus buka puasa bersama bertemakan “Menyikapi Pemilu 2024″ di Nyohoka Kafe, Sabtu (9/4/2022)
FGD yang membahas isu wacana tiga periode presiden ini dihadiri oleh kurang lebih 50 peserta dan 3 pemantik diskusi di antaranya Rusnin S.H, M.H, yang merupakan dosen hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Aceh, ketua pengurus cabang IMM Banda Aceh, Hakiki serta Raudhatul Hasanah Lie, Koordinator KAMu DemRes Banda Aceh.
KAMu DemRes dan IMM menilai timbulnya isu Presiden 3 periode pada pemilu 2024 mengkhawatirkan dan menjadi kegelisahan bagi masyarakat.
Dalam diskusi tersebut mereka membentuk beberapa sikap dan pandangan yaitu; menolak terjadinya wacana presiden tiga periode atau perpanjangan masa jabatan presiden terlepas dari hal apa pun yang menjadi alasan penyelenggara negara, pemuda sebagai tonggak harapan bangsa berpartisipasi dalam setiap gerakan mencegah terjadinya wacana presiden tiga periode maupun perpanjangan masa jabatan, serta mengorganisir setiap gerakan civil society dalam mengawal tidak terjadinya wacana presiden tiga periode atau perpanjangan masa jabatan.
“Sikap dan pandangan ini kita keluarkan mengingat Banda Aceh sebagai ibukota provinsi Aceh akan terdampak akibat pergolakan politik nasional. Isu nasional sangat berpengaruh terhadap politik lokal yang akan mengancam ketahanan demokrasi dan perdamaian Aceh,” ujar Raudhatul, Koordinator KAMu DemRes Banda Aceh.
Sementara itu, menurut Rusnin, isu tiga periode tidak akan terwujud apabila masyarakat turut serta peduli dan mengambil sikap untuk terus mengawal wacana mengkhianati konstitusi ini.
Sikap ini kita keluarkan atas kegusaran kita terhadap isu-isu yang mengancam ketahanan demokrasi bangsa. Dengan stabilnya situasi politik maka kestabilan ekonomi, sosial, hukum dan lainya akan terjaga,” ujar Hakiki, Ketua Umum IMM Kota Banda Aceh.










